READING

Bisa Menyebar Lewat Udara, Lakukan Hal Ini Agar Ti...

Bisa Menyebar Lewat Udara, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Tertular Corona

Masih ingat dengan kasus tiga keluarga di China yang terjangkit virus corona saat sedang makan di restoran? Meski duduk di meja yang berbeda, tiga keluarga yang tidak memiliki hubungan apa-apa ini diketahui tertular virus corona akibat penggunaan AC di restoran tersebut. Kesimpulan ini diambil karena ketiga keluarga tersebut tidak saling berinteraksi dan ada jarak aman antar meja ketika makan di ruangan tersebut.

Baca juga : Awas Corona Bisa Menyebar Lewat AC

Atas temuan tersebut, para ilmuwan pun terus melakukan penelitian dan mereka sepakat bahwa COVID-19 bisa menular melalui aerosol atau udara. Sebanyak 239 peneliti dari 32 negara akhirnya meminta WHO untuk mengakui temuan tersebut dan mengumumkan protokol baru ke penduduk dunia.

WHO sendiri saat ini menyatakan telah mengakui temuan tersebut. Meski demikian, organisasi kesehatan dunia ini tidak mengubah sepenuhnya protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Dalam pedoman penangannya, WHO hanya menambahkan bahwa transmisi COVID-19 melalui udara di lokasi padat dan tertutup dengan ventilasi yang buruk tidak dapat diabaikan.

Mereka masih menyebutkan bahwa penularan utama virus terjadi melalui droplet ketika seseorang batuk dan bersin. Sedangkan penularan virus melalui udara hanya terjadi jika droplet berukuran kurang dari 5 mikron. Kondisi ini hanya terjadi pada prosedur medis seperti intubasi endotrakel yakni memasukkan alat bantu pernafasan ke dalam tenggorokan pasien lewat mulut atau hidung.

Meski demikian, WHO menambahkan beberapa tempat baru yang rawan terjadi transmisi lokal virus corona yakni di restoran, latihan paduan suara dan kelas kebugaran yang sebagian besar menggunakan ruangan tertutup. Selain menerapkan protokol kesehatan yang sudah disampaikan sebelumnya, mereka menyarankan agar masyarakat sebisa mungkin menghindari tempat-tempat ramai, menjaga jarak secara lebih ketat, dan menghindari ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk. Jika berada di situasi tersebut masyarakat diwajibkan menggunakan masker dan face shield di tempat umum.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pun mengeluarkan pernyataan baru terkait protokol kesehatan tambahan. Dalam konferensi persnya di Graha BNPB Jumat (10/07), Yuri pun menyampaikan bahwa penularan virus bisa melalui udara yang mengandung mikrodroplet. Mikrodroplet ini bisa bertahan melayang-layang di udara cukup lama. Memungkinkan siapapun yang berada di ruangan yang sama tertular.

“Apalagi jika sirkulasi udara di ruangan tersebut tidak baik,” terangnya.

Makanya dia mengingatkan masyarakat agar semakin ketat dalam menerapkan protokol kesehatan yang telah diumumkan sebelumnya yakni menjaga jarak dan memakai masker dengan baik. Jangan abai terhadap jarak aman dan jangan melepaskan masker ketika berada di tempat umum.

Ketika berada di ruangan tertutup bersama dengan banyak orang, usahakan agar ruangan tersebut memiliki sistem ventilasi yang layak agar sirkulasi udara berlangsung baik. Dengan demikian, udara dalam ruangan senantiasa tergantikan oleh udara baru yang lebih segar. Hal ini juga berlaku untuk kendaraan yang tertutup seperti mobil, bus atau kereta ber-AC.

“Jika memungkinkan, jendela dibuka pada pagi hari agar udara segar dari luar bisa masuk. Ini adalah upaya agar udara yang ada di ruangan selalu berganti dengan yang baru,” tandasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.