READING

Boom!! Ledakan Covid-19 Terjadi di Surabaya

Boom!! Ledakan Covid-19 Terjadi di Surabaya

SURABAYA – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya tak efektif menekan penyebaran Covid-19. Jumlah kasus positif yang terjadi di Surabaya bahkan mencapai 311 kasus dalam sehari.

Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengatakan terjadi penambahan 451 kasus positif Corona di Jawa Timur sehingga totalnya menjadi 2.942. Kota Surabaya menyumbang penambahan terbesar mencapai 311 kasus.

“Terkonfirmasi tambahan 451 kasus positif COVID-19 di Jatim. Selisih 51 dari apa yang diumumkan pusat,” kata Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5/2020), seperti dilansir detik.com.

KotaPositifSembuhMeninggal
Surabaya311310
Sidoarjo5712
Gresik272
Kota Pasuruan21
Kota Blitar1
Kabupaten Kediri1
Kota Batu2
Nganjuk41
Kota Probolinggo12
Magetan12
Kabupaten Mojokerto2
Lamongan2
Bangkalan21
Kabupaten Malang1
Kota Malang3
Tuban1
Kabupaten Probolinggo31

Selain Kota Surabaya, penambahan kasus yang cukup tinggi juga terjadi di Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, dan Gresik.

Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jawa Timur juga mengumumkan jumlah pasien positif yang meninggal dunia bertambah 15 orang. Kota Surabaya masih menempati peringkat pertama dengan jumlah korban meninggal sebanyak tiga orang. Disusul oleh Probolinggo, Magetan, Sidoarjo, Nganjuk, dan Bangkalan.

Bantuan Ventilator

Pemerintah Kota Surabaya menerima bantuan ventilator dan beras dari Gesit Foundation, organisasi nirlaba yang menjadi sahabat Megawati Soekarno Putri. Organisasi ini menyumbang 30 unit non invasive ventilator dan 10 ton beras yang diserahkan Jacob Soetoyo kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Perwakilan Gesit Foundation, Stefani mengatakan ventilator yang diserahkan ini untuk menangani pasien Covid-19 yang masih di tahap awal. “Bukan yang sampai ICU. Kita berikan tiga tipe, biasanya kita sebut tipe A, tipe B, dan tipe C. Semua spesifikasi teknis dan buku petunjuknya ada di dalam kardus itu,” kata Stefani.

Menurutnya, ventilator yang diserahkan itu produk Cina dan sudah teruji. Bahkan, ia memastikan bahwa di Wuhan, Cina, juga menggunakan ventilator ini. Di Wuhan, 60 persen menggunakan ventilator ini untuk menangani pandemi. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.