READING

Buaya di Belakang Mall Kediri Diduga Sengaja Dilep...

Buaya di Belakang Mall Kediri Diduga Sengaja Dilepas

KEDIRI – Misteri keberadaan buaya di Sungai Brantas belakang pusat perbelanjaan Kediri mulai menemukan titik terang. Buaya muara itu diduga milik seseorang yang sengaja dilepas liarkan.

Dugaan ini diambil setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menyisir lokasi penemuan buaya siang tadi. “Diduga buaya ini hasil lepas liar dari pemeliharaan perorangan yang ditandai tidak takut dengan kerumunan orang,” terang Adi Sutrisno, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri, Kamis 6 Februari 2020.

baca juga: BKSDA Lacak Keberadaan Buaya di Belakang Mall Kediri

Tim BKSDA dan BPBD Kota Kediri berencana untuk menangkap buaya itu dan menyerahkan ke Balai Konservasi I BKSDA Jawa Timur yang berkantor di Banyakan, Kabupaten Kediri. Menurut Adi, tim penangkap buaya ini terdiri dari 3-5 orang yang memiliki kemampuan khusus.

Mereka akan mulai bergerak malam nanti untuk menjerat buaya dengan tali. Tim ini mentargetkan menangkap hidup-hidup buaya tersebut. Namun jika tidak bisa, buaya akan tetap ditangkap meski dalam kondisi mati.

Hasil pantauan selama ini diketahui jika buaya tersebut muncul ketika hari sudah gelap. Karena itu tim akan mulai bergerak malam nanti. Jika tidak berhasil, petugas akan terus melakukan pemantauan hingga situasi benar-benar aman.

Untuk mencegah potensi resiko keselamatan warga, petugas BPBD juga memasang spanduk peringatan di lokasi tersebut. Warga diminta tidak mendekati area kemunculan buaya hingga binatang buas tersebut berhasil diamankan.

Kemunculan buaya ini sempat menimbulkan keresahan warga Kota Kediri. Terlebih setelah foto-foto penampakan buaya muara yang diperkirakan berusia dua tahun itu beredar di media sosial. Tak sedikit warga yang mengkaitkan kemunculan buaya tersebut dengan legenda yang hidup di Sungai Brantas.

Kemunculan buaya itu juga memicu kekhawatiran warga yang tinggal di area bantaran sungai. Apalagi lokasi penemuan buaya tak begitu jauh dari pemukiman penduduk.

Reporter: Dina Rosyidha
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.