Buaya Keroncong Itu Telah Pergi

SURABAYA- Siapa yang tak kenal lagu Jembatan Merah, Dinda Bestari, Telomoyo, dan Kota Solo?. Tembang yang pernah ngehits pada era 80 an. Hari ini di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta, pelantun lagu keroncong kenangan itu tutup usia. Ya, Mus Mulyadi sang legenda keroncong itu telah meninggal dunia.

Kabar duka itu diungkapkan Erick Haryadi, putra kedua Mus Mulyadi pernikahannya dengan Helen Sparingga. “Meninggal jam 09.08 Wib tadi pagi, “tuturnya Kamis (11/4/2019). Mus Mulyadi lahir di Surabaya 14 Agustus 1945. Kakak kandung musisi Jazz Mus Mujiono itu dikenal sebagai buaya keroncong.

Sebagai penghormatan atas dedikasinya terhadap musik keroncong, sejumlah seniman, yakni diantaranya Sundari Soekotjo, Didi Kempot, Irene Mus Mulyadi, Intan Soekotjo dan Sruti Respati menggelar konser amal bertajuk “Malam Budaya Keroncong Charity, Tribute to Mus Mulyadi”.

Acara yang berlangsung tiga tahun silam (4 Desember 2016) di Puri Agung Grand Sahid Jaya Jakarta Pusat itu juga melibatkan perancang tenun dan songket khas Bali Anna Mariana. Sebagai penampil utama, Mus Mulyadi dan Mus Mujiono didandani dengan busana khusus.

Menurut Erick ayahnya sudah lama mengidap penyakit komplikasi diabetes. Karena alasan kadar gula yang tinggi juga Mus dilarikan ke RSPI. Selama dirawat gula darah Mus Mulyadi sempat turun dan membaik. Begitu juga dengan nafsu makannya. “Habis sarapan, terus meninggal, “ungkap Erick.

Sebelum meninggal dunia Mus Mulyadi tidak menyampaikan pesan khusus. Yang diingat Erick ayahnya hanya mengatakan merasa lebih enak. Kadar gula juga sudah turun. “Beliau bilang makanannya enak. Sudah habis itu hilang ke rumah Bapa di Surga, “tuturnya.  

Rencanannya jenazah akan disemayamkan di rumah duka RS Dharmais Slipi Jakarta Barta. Untuk prosesi pemakaman keluarga masih menunggu kedatangan anak anak  Mus Mulyadi dari Australia. Rencanannya akan dimakamkan di Joglo.

Mus Mulyadi meninggalkan dua anak dan lima cucu. Mus Mulyadi dikenang sebagai seniman yang gigih. Meski digerogoti penyakit yang mengakibatkan kebutaan, Mus tidak meninggalkan aktivitas seninya. Bahkan masih manggung ke luar kota.

Kesaksian itu disampaikan Helen Sparingga, istri almarhum. “Masih banyak job. Masih nyanyi terus, “ungkapnya. Bahkan malam sebelum menutup mata, kesehatan Mus Mulyadi sangat baik. Legenda keroncong tanah air itu siap manggung di Jogja dan Bandung. Keluarga tidak melihat tanda Mus Mulyadi bakal pergi untuk selamanya. “Pokoknya hidupnya udah baik banget dia hidup dalam kebenaran, “kata Helen. (Mas Garendi)

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.