READING

Bukan Hamil, Berikut Hal-Hal yang Justru Perlu Diw...

Bukan Hamil, Berikut Hal-Hal yang Justru Perlu Diwaspadai Ketika Berenang di Kolam Umum

Belum lama ini, netizen dibuat geger dengan pernyataan salah satu komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitty Hikmawatty. Menurutnya, seorang gadis dilarang untuk berenang di kolam renang umum bercampur dengan laki-laki karena dikhawatirkan bisa hamil. Padahal secara saintifik, sperma tidak bisa bertahan di dalam air biasa apalagi yang memiliki kandungan klorin tinggi.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada bahaya yang mengintai ketika kita berenang di kolam renang umum. Pasalnya tidak semua pengelola kolam renang berhati-hati dan menjaga kualitas kebersihan kolam. Ada yang enggan mengurasnya secara rutin dan hanya memberi kaporit terus menerus demi menjaga kejernihan air.

Padahal kandungan klorin dalam air kolam harus dijaga di kisaran 0.2-0.5 mg/L. Fungsi klorin sendiri adalah untuk membunuh bakteri-bakteri patogen yang bisa menjadi sumber penyakit. Namun jika kadarnya terlalu tinggi, justru bisa mengganggu kesehatan para pengguna kolam renang.

Seperti dilansir www.hallosehat.com, berikut bahaya kaporit terhadap tubuh perenang jika kandungannya terlalu tinggi,

  • Penyebab iritasi mata

Iritasi mata ini disebabkan oleh senyawa nitrogen triklorida yang terbentuk dari klorin dengan zat-zat organik seperti urine dan keringat perenang lain. Senyawa ini bisa mengiritasi membran mucus (lendir). Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka waktu lama bisa menjadi penyebab masalah penglihatan seperti kornea buram, renitis, hingga katarak.

  • Iritasi kulit

Kaporit yang berlebihan juga bisa mengiritasi kulit. Gejalanya berupa ruam merah dan ada efek terbakar pada kulit. Kulit anak cenderung lebih sensitif dibandingkan orang dewasa sehingga efeknya bisa lebih buruk.

  • Gangguan saluran pernapasan

Klorin di kolam renang memiliki sifat mudah menguap. Entah di ruang terbuka maupun di ruang tertutup. Makanya jika uap klorin ini terhirup cukup banyak bisa berdampak pada terganggunya saluran pernapasan seperti bronkhitis hingga asma.

  • Kerusakan pada gigi

pH air kolam yang tinggi akibat dari tingginya klorin juga bisa berdampak pada rusaknya enamel gigi. Ini dikarenakan klorin memiliki sifat korosif. Jika sering terpapar air berklorin tinggi, gigi bisa mengalami perubahan warna bahkan menjadi sensitif.

  • Masalah pencernaan

Ketika berenang, sedikit banyak akan ada air yang ikut terminum. Gigi saja kalah dengan zat ini, apalagi saluran pencernaan yang lembek dan berlendir. Jika terlalu sering menelan cairan berklorin ini, saluran pencernaan mulai dari rongga mulut, kerongkongan, hingga lambung bisa rusak bahkan mengalami pendarahan.

Di sisi lain, kadar klorin yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan tidak sehatnya air kolam renang karena masih ada bakteri-bakteri yang tidak mati dan bisa menular dari perenang satu ke perenang lainnya. Berikut beberapa penyakit yang rentan ditularkan melalui air kolam renang berdasarkan laman www.healthtype.com.

  • Peradangan pada telinga

Peradangan ini bisa terjadi karena ada air kolam yang terjebak di dalam liang telinga dan menjadi sumber berkembangnya bakteri terutama Pseudomonas aeruginosa. Sakit ini biasa disebut otitis externa. Gejala yang muncul yakni telinga menjadi, gatal campur sakit dan bahkan keluar cairan bercampur nanah dari liang telinga. Jika sudah parah bahkan bisa sampai demam.

  • Hepatitis A

Salah satu cara penyebaran virus hepatitis A adalah air yang tidak higienis. Jika kita sebelumnya tidak pernah mendapat vaksin hepatitis A maka ada peluang besar kita terjangkit virus ini. Gejalanya berupa muntah-muntah dan demam serta tidak nafsu makan.

  • Diare

Penyakit ini datang ketika kita tidak sengaja menelan air kolam. Biasanya penyakit ini disebabkan bakteri Escherichia coli yang biasa ada di kotoran dan sampah. Bisa juga dikarenakan bakteri Cryptosporidim parfum. Bakteri ini relati lebih tahan terhadap kaporit dari pada bakteri jenis lain.

  • Legionellosis

Penyebabnya adalah bakteri Legionella yang bisa menyerang saluran pernafasan. Jika diserang bakteri ini bisa berakibat pada pneumonia atau demam pontiac. Gejalanya seperti flu biasa namun disertai pegal-pegal

  • Penyakit kulit
  • Sakit mata dan hidung

Bukan berarti kita tidak boleh berenang di kolam renang umum. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan sebelum berenang.

  1. Pilih hari dimana kolam baru saja dibersihkan atau dikuras. Biasanya setiap kolam renang memiliki jadwal pembersihan secara konsisten. Tanyakan kepada pengelola kolam renang.
  2. Atau jika tidak memiliki waktu yang pas dengan jadwal kuras, pastikan kondisi air benar-benar baik ketika kita akan berenang. Hal ini bisa dicek dari kejernihan air, bau yang tidak terlalu menyengat, dan air tidak terlalu berminyak.
  3. Hindari sebisa mungkin berenang ketika hari libur panjang atau ketika kolam renang sedang penuh
  4. Hindari menggunakan barang-barang yang dipakai bersama-sama atau meminjam perlengkapan orang lain seperti handuk, alat cukur
  5. Pakai pakaian renang yang sesuai standar. Berikut penutup kepala yang bisa melindungi rambut dan telinga serta gunakan kacamata renang.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.