READING

Buku Menjerat Gus Dur Dibajak, Begini Sikap Penuli...

Buku Menjerat Gus Dur Dibajak, Begini Sikap Penulisnya

JOMBANG – Penulis buku “Menjerat Gus Dur” mengeluh karyanya banyak dibajak orang. Buku ini menjadi viral lantaran menyeret banyak politisi tanah air yang masih aktif.

Buku Menjerat Gus Dur yang diterbitkan NUmedia Digital Indonesia laris manis di pasaran. Buku ini mengungkap rentetan peristiwa yang mengiringi kejatuhan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari kursi Presiden RI.

Buku setebal 376 halaman yang ditulis oleh Virdika Rizky Utama ini sekaligus memberi referensi baru tentang runtuhnya kepemimpinan Gus Dur, yang selama ini kerap dikaitkan dengan peristiwa Bruneigate dan Buloggate. Dengan bahasa yang lugas, Rizky membeberkan skenario politik kekuatan oligarki tertentu yang punya andil dalam penjatuhan Gus Dur.

Menjadi menarik ketika sejumlah nama politisi yang masih aktif di panggung politik ikut terseret dalam buku itu. Termasuk sejumlah organisasi mahasiswa ekstra kampus yang tak luput dari perhatian Rizky dalam momentum tersebut.

Sayang momentum laris manisnya buku itu tak berbanding lurus dengan nasib penulisnya. Rizky mengaku bukunya dibajak orang-orang untuk meraup keuntungan pribadi. “Kemarin saat di Jawa Tengah ada yang minta tanda tangan, tapi bukunya foto copy. Alasannya dikasih teman. Di Tebuireng juga begitu,” keluhnya saat melakukan tour bedah buku di Ponpes Tebuireng Jombang, Jumat 21 Februari 2020.

Parahnya lagi, menurut Rizky, orang-orang yang ikut membeli buku bajakan itu berasal dari kelompok intelek. Mereka adalah dosen dan mahasiswa yang notabene mampu mengapresiasi karya intelektual seseorang.

Lantas apa yang dilakukan Rizky menyikapi fakta yang menyakitkan ini? “Saya tidak akan menandatangani buku bajakan yang disodorkan ke saya,” katanya.

Rizky berharap sikap itu mampu mengubah perilaku para pembajak dan pembeli buku bajakan untuk lebih menghormati orang lain. Mengingat sampai saat ini ia juga masih terus memproduksi buku-buku itu untuk memenuhi permintaan pasar.

Saat ini buku Menjerat Gus Dur sudah masuk terbitkan ketiga. Total buku yang sudah dicetak sekitar 37.000. Sementara jumlah yang beredar di pasaran lebih dari itu karena keberadaan buku bajakan.

Alasan Rizky untuk berang cukup bisa diterima. Mengingat proses pengumpulan data dan konfirmasi kepada para pihak dalam buku itu cukup berat. Selain menguras waktu dan pikiran, proses itu juga membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Rektor Universitas Darul Ulum Jombang DR. Amir Maliki Abitokha yang hadir dalam forum itu menegaskan bahwa buku “Menjerat Gus Dur” akan menjadi buku pegangan utama mahasiswa jurusan Sosial Politik. Setelah tak lagi menjabat sebagai presiden, Gus Dur pernah tercatat sebagai Rektor Undar pada tahun 2003 – 2004.

“Saya pastikan buku menjerat Gus Dur akan jadi pegangan wajib mahasiswa-mahasiswi Sospol Undar Jombang,” kata Amir Maliki.

Reporter : Syarif Abdurrahman
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.