Cara Cegah Dampak Hujan Angin

KEDIRI– Kota Kediri kembali dihantam hujan angin pada Kamis sore (12/12). Meski tidak sedahsyat tiga hari sebelumnya, tetap ada sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden susulan tersebut.

Adi Sutrisno, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengimbau masyarakat waspada dan melakukan pencegahan untuk meminimalkan dampak hujan angin. Saat ini baru memasuki musim penghujan yang diperkirakan intensitasnya akan semakin tinggi waktu ke depan. Untuk menghadapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Beberapa hari ke depan masih ada potensi angin kencang jadi harus selalu waspada,” kata Adi kepada Jatimplus.id.

Baca juga: Waspada Hujan Angin di Kota Kediri

Warga yang tinggal di lingkungan dekat pepohonan diharapkan melakukan pengecekan. Apakah pohon tersebut masih kokoh atau sudah rapuh. Disarankan untuk melakukan pemangkasan untuk ranting dan cabang yang terlalu rimbun dan terlalu dekat dengan rumah.

Tidak hanya itu, warga juga diminta untuk melakukan mitigasi secara mandiri di rumah masing-masing. Apakah ada bagian-bagian rumah yang rawan rusak dan roboh. “Segera lakukan perbaikan atau minimal hindari berada di lokasi yang membahayakan,” tegasnya.

Jika warga menemukan pohon yang membahayakan di pinggiran jalan kota, diharapkan mau melaporkannya  kepada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP).

Hindari bepergian ketika cuaca buruk. Pun jika telanjur berada di perjalanan, diharapkan mau berhenti sejenak dan berteduh di tempat parkir yang terlindung seperti pom bensin, parkiran mall maupun parkiran yang relatif aman.

“Jangan berteduh di bawah pohon atau di emperan toko yang dekat dengan pohon besar. Intinya hindari pohon-pohon besar,” sarannya.

Banyak Rumah Rusak

Sementara itu, akibat hujan angin yang terjadi pada Hari Kamis itu, Kecamatan Mojoroto mengalami kerusakan paling parah yaitu Kelurahan Mojoroto.

Dari pantauan tim BPBD, rumah rusak paling banyak berada di Kelurahan Tamanan yaitu sebanyak 13 unit. Disusul Kelurahan Bandar Kidul sebanyak 5 unit dan Kelurahan Banjarmlati sebanyak 1 unit. Sebagian besar mengalami kerusakan di bagian atap. Ada yang tertimpa pohon tumbang dan ada yang rusak karena tidak kuat menahan terpaan angin.

“Semuanya mengalami kerusakan ringan hingga sedang,” tambahnya.

Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan kerugian warga terdampak. Jumlah sementara, kerugian material mencapai Rp 500 juta. Mulai dari kerusakan 3 unit mobil, rombong PKL, dan beberapa fasilitas umum yang porak-poranda akibat angin ribut.

“Angka tersebut masih bisa bertambah karena kerusakan yang terbaru belum masuk perhitungan,” tandasnya.

Mengingat besarnya tingkat bencana yang terjadi di Kota Kediri, Adi menjelaskan bahwa semua kerugian tersebut nantinya akan dikomunikasikan dengan BPBD maupun Dinas Sosial (Dinsos) tingkat provinsi. Selain karena kerugiannya cukup besar, korban berasal dari luar Kota Kediri.

“Jadi perlu koordinasi untuk pemberian bantuan dan santunan korban,” bebernya.

Sedangkan untuk biaya kerusakan rumah, menurut Adi, Pemkot sedang mencarikan alternatif dana untuk membantu meringankan beban warga. Rencananya akan menggunakan dana dari pos bantuan sosial akibat bencana tidak terduga di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Kediri.

“Kita belum tahu detail kelanjutannya seperti apa. Masih dalam tahap koordinasi dengan dinas-dinas terkait,” katanya.

Meski demikian, warga tidak bersikap pasif menunggu bantuan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan berinisiatif memperbaiki rumah mereka secara mandiri. Sedangkan yang tidak memiliki dana, mereka menutup sementara atap mereka yang bocor menggunakan terpal sederhana.

“Semua tetap masih bisa menggunakan rumahnya. Tidak ada yang sampai mengungsi,” jelas Adi.

BPBD Kota Kediri tidak ingin ketinggalan dalam membantu para korban hujan angin. Selain menghitung kerugian, Adi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga bersiap-siap untuk memberikan bantuan logistik berupa terpal dan makanan siap saji.

“Kita koordinasi dengan lurah dan RT setempat dalam pelaksanaannya,” katanya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.