READING

Cara Mudah Membuat Nastar Tanpa Mixer dan Oven

Cara Mudah Membuat Nastar Tanpa Mixer dan Oven

Lebaran Idul Fitri tinggal menunggu hari. Meski sedang masa pandemi, tidak ada salahnya kita tetap menghadirkan makanan-makanan khas lebaran agar suasana tetap terasa istimewa . Selama di rumah saja, yuk membuat nastar bikinan sendiri. Kita bisa membuat varian nastar pandan dengan menggunakan alat masak seadanya.

Cara membuatnya tidak sulit lho. Melalui channel Youtube-nya, Puguh Kristanto berbagi tips cara membuat nastar tanpa menggunakan mixer atau pun oven. Sebagai alternatifnya, kita bisa menggunakan spatula untuk mengaduknya. Sedangkan oven bisa diganti dengan teflon biasa.

Bagaimana caranya? Pertama siapkan bahan-bahan berikut.

10 sdm atau 120 gram mentega

4 sdm atau 40 gram gula halus

Setengah sdt pasta pandan

1 butir telur diambil kuningnya saja

2 sdm susu bubuk

3 sdm atau 30 gram tepung maizena

150 gram tepung terigu

selai nanas secukupnya

Cara membuatnya, pertama siapkan baskom atau wadah. Masukkan mentega dan gula halus lalu aduk hingga rata. Hindari menggunakan gula pasir karena sulit larut. Mengaduknya pun jangan terlalu lama agar mentega tidak meleleh terlalu cepat. Yang terpenting bahan tercampur sempurna.

Masukkan pasta pandan secukupnya dan kuning telur lalu aduk kembali. Ingat, adonan nastar hanya menggunakan kuning telur saja karena bagian ini membuat nastar lebih lembut dan lumer. Putih telur tidak digunakan karena bisa membuat kue menjadi alot. Jadi usahakan untuk menggunakan kuningnya saja ya.

Masih dengan adonan yang sama, masukkan susu bubuk putih. Bahan ini membuat rasa nastar lebih creamy. Lalu masukkan tepung maizena agar bagian luar kue menjadi kokoh dan tidak mudah hancur. Selanjutnya, masukkan tepung terigu. Aduk sampai rata.

Tips dalam mengaduk, jangan menggunakan tangan kosong. Menurut Puguh, tangan kita mengandung panas suhu tubuh. Jika kita mengaduk menggunakan tangan, dikhawatirkan adonan lebih cepat mencair dan mbleber. Hal ini juga berlaku ketika memanggangnya. Usahakan untuk menggunakan api paling kecil agar kue bisa matang dengan sempurna.

Setelah adonan tercampur, ambil adonan sejumput-sejumput dengan berat sekitar 7-8 gram. Jumputan ini ditujukan untuk mendapatkan ukuran kue yang sama. Jika ukuran dan bentuk kue tidak menjadi prioritas, tahap jumputan ini bisa dilewati. Dari jumputan tersebut, masukkan selai secukupnya, lalu bentuk adonan menjadi bulat.

Setelah selesai, siapkan sarangan atau bagian berlubang yang biasa ada di panci kukusan. Sebelum digunakan, olesi bagian atas sarangan menggunakan mentega tipis saja. Tata butir-butir nastar di atasnya dan beri jarak. Letakkan sarangan di dalam teflon, kemudian tutup rapat. Panggang teflon di atas kompor dengan api paling kecil.

Proses pemanggangan ini menjadi kunci berhasilnya pembuatan nastar. Puguh menekankan agar sarangan yang digunakan ukurannya harus pas dengan teflon. Usahakan sarangan berada di tengah teflon. Tetap ada ruang di bawahnya, dan bisa ditutup rapat di atasnya. Gunakan tutup yang transparan agar kue bisa dipantau selama pemanggangan.

“Jangan buka tutup teflon selama proses pemanggangan,” jelasnya dalam video tutorial.

Panggang sekitar 30-40 menit. Untuk menghindari nastar mbleber, kita juga bisa melapisi bawah teflon menggunakan seng atau loyang bekas. Agar panas api bisa lebih kecil lagi. Jika menggunakan oven tangkring dengan api kompor atau oven listrik dengan suhu 160 derajat Celsius, waktu yang dibutuhkan juga sekitar setengah jam.

Puguh menegaskan bahwa proses pembuatan nastar akan berhasil seperti yang dilakukannya jika cara dan takaran bahannya sama persis seperti yang dilakukannya. “Mudah kok. Dan pasti berhasil jika mengikuti setiap detail dari yang sudah dicontohkan,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.