READING

Cara Mudah Mengumpulkan Dana Darurat Selama Masa P...

Cara Mudah Mengumpulkan Dana Darurat Selama Masa Pandemi

Virus corona masih menghantui. Di tengah kondisi yang belum stabil ini, kita hendaknya selalu waspada dan mengubah pola hidup, termasuk di dalamnya pola konsumsi. Jika sebelumnya kita bebas berfoya-foya dan memikirkan hidup untuk satu hari, kini kita perlu menyusun sistem keuangan yang lebih berkelanjutan.

Salah satunya dengan menyiapkan dana darurat. Pos dana ini kini menjadi sangat penting demi menghadapi kejadian-kejadian di luar rencana dan kendali. Apalagi untuk kehidupan berkeluarga. Selagi masih memiliki pendapatan, sebaiknya alokasikan sebagian untuk tabungan daripada untuk barang konsumsi tersier.

Prita Ghozie, CEO Kantor Konsultan Keuangan, ZAP Finance ini mencoba berbagi tips cara mengumpulkan dana darurat.

Atur pos keuangan

Selama wabah COVID-19 ini, ada banyak perubahan pola hidup. Mulai dari penurunan jam kerja hingga kebijakan bekerja secara remote dari rumah. Sebagai langkah awal, kita bisa mengevaluasi pengeluaran bulanan. Misalkan biaya untuk alat kebersihan seperti hand sanitizer, sabun cuci tangan, cairan disinfektan semprot, hingga masker lebih diprioritaskan daripada membeli sepatu atau baju baru.

Jika selama new normal kita lebih senang membawa bekal makanan daripada membeli makanan di luar, maka perlu ada penyesuaian pada penyusunan keuangan. Dari selisih anggaran lama dan baru ini, kita bisa menyisihkan sedikit uang untuk memenuhi pos dana darurat.

Sisihkan alokasi dana transportasi

Pos ini bisa diotak-atik jika ada kebijakan work from home (WFH) di tempat kerja. Saat ini sebagian perusahaan masih memberlakukan kebijakan WFH selama beberapa hari setiap pekannya. Bahkan ada yang mewajibkan ngantor ketika ada meeting saja. Kebijakan baru ini bisa menekan biaya tranportasi dibandingkan rutinitas sebelumnya.

Dana transportasi ini bisa dialihkan menjadi biaya kuota internet di rumah. Namun bisa juga kita masukkan ke dana darurat jika anggaran kuota sudah masuk ke pos pengeluaran bulanan karena sejak awal sudah memasang perangkat wifi.

Kumpulkan dari pos hiburan

Selama wabah, aktivitas berlibur menjadi semakin diatur. Alih-alih menyenangkan, kegiatan berlibur ini bisa jadi memunculkan stress baru karena paranoid terhadap penularan virus. Untuk itu, kita bisa menghapus beberapa opsi hiburan ini dan mengalokasikannya ke dana darurat.

Ingat, dana hiburan ini sebaiknya tetap ada meski jumlahnya lebih sedikit. Kita masih bisa menganggarkan dana hiburan untuk membeli makanan resto, membeli platform streaming berbayar, atau membeli barang-barang hobi. Hal ini perlu kita lakukan sesekali agar hidup menjadi lebih rileks dan terhindar dari stress.

Menambah pemasukan dari usaha sampingan

Meski saat ini masih memiliki pekerjaan tetap, tidak ada salahnya jika kita mulai menjajal hal lain diluar rutinitas kerja. Bisa dengan berjualan online, menerima proyek secara mandiri di bidang kreatif seperti editing foto, video, menjadi content writer atau bahkan kita bisa mencoba menjadi youtuber. Tidak ada salahnya kan mencoba, siapa tahu berhasil.

Menyimpan dana darurat di instrumen yang mudah diakses

Sebaiknya pisahkan dana darurat ini dengan rekening tabungan harian. Hal ini untuk menghindari penarikan dana darurat untuk hal yang tidak penting dan mendesak. Dana darurat juga sebaiknya jangan digunakan untuk investasi yang rumit dan sulit dicairkan. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang mendesak dan memerlukan uang dalam waktu cepat.

Prita mengingatkan agar dana darurat ini tidak digunakan dengan sembarangan. Gunakan dana darurat saat benar-benar tidak ada pemasukan sama sekali dan gunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti makanan, kesehatan, kebutuhan listrik, air, dan gas, pakaian hingga rumah jika mengalami kerusakan.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.