READING

Cegah Corona, Akses Masuk Trenggalek Ditutup

Cegah Corona, Akses Masuk Trenggalek Ditutup

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menutup akses masuk ke kotanya untuk mencegah penularan wabah Corona. Setiap kendaraan yang masuk diperiksa dan diberi tanda untuk mengetahui pergerakannya.

Pemberlakuan prosedur pembatasan akses ini dilakukan Nur Arifin menyusul masuknya 5.049 orang ke wilayahnya. Mereka rata-rata para pemudik yang pulang lebih awal, dengan di antaranya berasal dari daerah terjangkit.

“Kami memutuskan memberlakukan kebijakan pembatasan askes masuk dalam rangka identifikasi total kepada semua orang yang masuk ke wilayah juridiksi Kabupaten Trenggalek,” kata Ipin usai mengikuti rapat koordinasi dengan forum pimpinan daerah di Polres Trenggalek, Minggu malam, 29 Maret 2020.

Ipin menjelaskan langkah ini ditempuh untuk menekan jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kabupaten Trenggalek yang saat ini teridentifikasi sebanyak 303 orang. Saat ini mereka masih melakukan isolasi diri di rumah masing-masing dengan pengawasan perangkat desa.

Dengan ditutupnya seluruh akses masuk wilayah Trenggalek ini, jalur masuk ke wilayah itu hanya bsia dilalui di tiga jalur utama yang dijaga ketat petugas. Yakni jalan nasional Trenggalek -Tulungagung,  jalan nasional Ponorogo – Trenggalek, dan jalan nasional Pacitan – Trenggalek.

Tak mudah melewati pos penjagaan di jalur ini, terutama bagi kendaraan luar kota dan transportasi umum. Setiap penumpang travel dan bus bahkan diminta turun untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan.

Kendaraan yang masuk wilayah Trenggalek juga diberi tanda khusus, termasuk penumpangnya agar memudahkan petugas melacak mobilisasi mereka. Jika mereka warga Trenggalek dan baru saja berpergian dari kawasan terjangkit, akan diminta melakukan isolasi diri selama 14 hari dengan pengawasan petugas Puskesmas.

Masih menurut Arifin, saat ini jumlah akses masuk ke wilayah Trenggalek sebanyak 57 jalur. Rata-rata tersebar di jalur desa yang terhubung dengan desa lain di luar Trenggalek. Dengan pembatasan ini, seluruh jalur tersebut ditutup dengan beton semen.

Meski melakukan penutupan akses, namun Arifin tak mengatakan langkahnya ini sebagai lockdown. Menurutnya, ini adalah pembatasan akses masuk untuk melakukan identifikasi total. Langkah ini juga sudah mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Langkah ini dimaksudkan agar semua orang yang masuk apalagi berkontak erat dengan wilayah dan negara zona merah agar terdata secara keseluruhan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan dan dipantau pergerakannya agar disiplin melakukan isolasi di rumah,” kata Nur Arifin. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.