READING

Cegah Corona, Pedagang Pasar Pare Dibuat Renggang

Cegah Corona, Pedagang Pasar Pare Dibuat Renggang

KEDIRI – Tingginya angka temuan kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri membuat pemerintah daerah bertindak cepat. Salah satunya dengan mengatur aktivitas perdagangan di pasar tradisional yang berpotensi menjadi tempat penularan.

Hari ini petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri menata para pedagang di Pasar Tradisional Pare. Caranya, petugas memisahkan dan memberi jarak lapak pedagang agar tidak berdekatan.

Lapak antar pedagang diberi jarak sekitar 180 cm. Area pejalan kaki juga diperluas menjadi 150 cm agar tidak berhimpitan. “Upaya ini  dilakukan untuk menghindari resiko penyebaran Covid-19,” kata Kepala UPTD Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri,  Tito Budi, Kamis 28 Mei 2020.

Di pasar ini terdapat sedikitnya 180 pedagang yang beroperasi. Mereka berjualan sayur mayur yang menjadi jujukan masyarakat setiap hari. Sebelumnya mereka berjualan di ruas jalan sebelum dipindahkan ke kawasan halaman pasar untuk penerapan perenggangan antar pedagang. 

“Sesuai physical distancing, memang harus menjaga jarak, baik pedagang maupun pembeli. Meski saat ini jumlah pedagang di kawasan pasar overload, namun Dinas Perdagangan terus mencari solusi agar penerapan physical distancing dapat berjalan efektif,” kata Tito.

Selain menerapkan physical distancing bagi para pedagang, para penjual dan pembeli juga wajib menggunakan masker selama beraktivitas di pasar. Petugas tak segan menegur mereka yang membandel untuk berbelanja tanpa masker.

Di sudut-sudut pasar juga disediakan fasilitas cuci tangan yang bisa dipergunakan bersama. Setiap pengunjung diminta membersihkan tangan dengan sabun sebelum beraktivitas di pasar. (Hari TW)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.