Cegah Stunting Dengan Ikan Laut

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri menggalakkan konsumsi ikan kepada warganya untuk mencegah stunting. Konsumsi ikan di kabupaten ini ditargetkan mencapai 22 kilogram perkapita pertahun.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan konsumsi ikan masyarakat saat ini masih berkisar 20,5 kilogram perkapita per tahun. Tahun 2019 ini, pemerintah mentargetkan konsumsi ikan meningkat hingga 22 kilogram perkapita per tahun.

Nur Hafid mengatakan ikan memiliki banyak keunggulan dan manfaat bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak-anak. “Berbagai upaya kami tempuh untuk meningkatkan konsumsi ikan laut,” kata Nur Hafid, Senin 7 Oktober 2019.

Salah satunya dengan menggelar bazar makanan berbahan dasar ikan. Bazar makanan yang dilakukan di halaman Dinas Perikanan Kabupaten Kediri ini berlangsungs elama tiga hari, mulai tanggal 2 – 4 Oktober 2019. Sebanyak 11 kelompok UMKM binaan Dinas Perikanan ambil bagian dalam bazar ini.

“Selain kampanye kesehatan, bazar itu juga untuk memasarkan produk UMKM Kabupaten Kediri yang variatif,” terang Nur Hafid.

Bazar kuliner olahan ikan laut di halaman Dinas Perikanan Kab. Kediri. Foto. Dok.

Beberapa produk yang dijual antara lain brownis, dawet, donat bakso, nugget, empek empek, siomay kaki naga, lele krispi, krispi mujaer, abon lele, bandeng presto dan krupuk ikan. Semua makanan itu diolah dari ikan laut dan ikan tawar. Dinas Perikanan setempat rutin mengajak para pelaku UMKM ini dalam pameran setiap bulan sekali.

Di tangan para produsen ini, rasa ikan laut yang kurang diminati menjadi sangat menarik. Dibutuhkan teknik khusus untuk mengolah ikan laut menjadi jenis makanan lain. Apalagi cita rasa ikan laut yang amis cukup sulit dihilangkan. “Rasanya tak kalah dengan kue lain,” papar Santi, salah satu pelaku UMKM yang mengolah ikan laut menjadi brownis.

Beberapa manfaat mengkonsumsi ikan laut adalah mencegah penyakit jantung. Ikan laut memiliki protein yang tinggi dan kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging merah. Hal ini membuat daging ikan menjadi salah satu sumber protein sehat yang baik untuk kesehatan jantung. Fakta ini juga didukung penelitian yang menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega-3 dapat menurunkan kadar lemak dalam darah, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, ikan laut seperti salmon, sarden, dan ikan teri, kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang dibutuhkan anak-anak untuk perkembangan dan pembentukan otaknya. Tak hanya itu, penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi ikan laut yang mengandung asam lemak omega-3 bermanfaat membantu meredakan gejala depresi dan demensia pada lansia, serta baik untuk menjaga kesehatan otak.

Mengkonsumsi ikan laut juga dipercaya merupakan salah satu sumber vitamin D dan kalsium yang dapat mendukung kesehatan tulang dan mencegah penyakit tertentu. Dengan mengonsumsi ikan salmon sekitar 8 gram sehari dapat memenuhi 75 persen kebutuhan vitamin D harian. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.