READING

(Cukai Rokok Naik) Kenaikan Cukai Rokok 2020 di Ko...

(Cukai Rokok Naik) Kenaikan Cukai Rokok 2020 di Kota Kediri

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen. Imbasnya ada kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen per 1 Januari 2020. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Jatimplus.id mewawancarai Apip Permana, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kota Kediri tentang penerapannya di daerah khususnya di Kota Kediri (3/1/2020) mengingat Kota Kediri merupakan lokasi perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Menurut Apip, dari Pemkot tak ada respon khusus terkait kenaikan tarif CHT tahun 2020 ini. Terkait dengan rokok, Kota Kediri memiliki Peraturan Wali Kota Kediri (Perwali) no. 18 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok.

“Aturan ini sudah ditetapkan sebelum kenaikan cukai rokok. Aturan ini dibuat karena kepedulian Pak Wali pada warga yang tidak merokok sekaligus juga mengakomodasi warganya yang merokok,” kata Apip.

Pada Bab III Pasal 4 Perwali menyebutkan bahwa kawasan tanpa rokok meliputi lokasi sarana kesehatan (rumah sakit, Puskesmas, klinik, dll), tempat proses belajar mengajar (kawasan sekolah, lembaga pendidikan, pusat kegiatan belajar masyarakat dll), arena kegiatan anak, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau. Di kawasan ini, tak boleh ada aktivitas terkait dengan rokok dan tembakau. Di kawasan ini tak disediakan ruangan khusus merokok.

Menurut Perwali, di lokasi kawasan tanpa rokok wajib memasang tanda/petunjuk dan peringatan dilarang merokok. Larangan merokok ini meliputi dalam ruangan, koridor, halaman, sampai batas pagar luar.

Sedangkan ruangan khusus merokok (smoking room) disediakan di kawasan terbatas merokok sebagaimana diatur dalam Bab IV Pasal 4 Perwali. Kawasan terbatas rokok meliputi tempat umum (hotel, restoran, rumah makan, bioskop, kolam renang, tempat perbelanjaan, dll) dan tempat kerja.

“Perwali hanya bersifat imbauan, tidak ada sanksi-nya,” kata Apip. Meski demikian, Perwali ini sudah dilaksanakan sejak ditetapkan. Di kawasan pendidikan dan kesehatan sudah bebas dari rokok. Pun kawasan terbatas merokok, sudah menyediakan tempat khusus merokok.

Menurut Apip, imbauan ini ditaati selain karena memang ada Perwali juga kesadaran masyarakan akan kesehatan semakin meningkat. Kesadaran inilah yang menjadi kontrol para penyelenggara kawasan untuk memerhatikan kepentingan orang-orang yang tak merokok dan berpotensi menjadi perokok pasif tanpa mengurangi hak para perokok.

“Kalau untuk mengarah ke Perda, sepertinya masih lama. Ada wacana ke sana, tapi kan prosesnya masih panjang,” tambah Apip.

Menyebabkan Inflasi

Terkait dengan kenaikan tarif CHT, Apip mengaitkan dengan kemungkinan terjadi inflasi di Kota Kediri. Sejauh ini, inflasi di Kota Kediri masih terendah di Jawa Timur. Rokok dan tembakau merupakan salah satu penyebab terjadinya inflasi.

“Kota Kediri punya TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang terus memantau pergerakan inflasi. Setiap bulan, TPID intensif berkoordinasi,” tambah Apip. TPID terdiri dari Disperindag, BI, BPS, Bulog, OJK, dan instansi terkait lainnya.

Apabila disinyalir ada inflasi, maka mereka akan sigap menangani antara lain dengan meningkatkan ketersediaan barang di pasar penyebab inflasi, operasi pasar, sembako murah, dan lain-lain. Tindakan ini dilakukan menjelang hari besar yang memungkinkan terjadinya inflasi karena kenaikan harga bahan pokok.

Namun terkait dengan kenaikan tarif CHT, TPID hanya memantau inflasi yang akan bisa dilihat pada akhir bulan Januari 2020. Tak ada tindakan khusus sebagaimana inflasi yang disebabkan oleh tembakau.

“Inflasi karena rokok dan tembakau kemungkinan tak terlalu kuat sebagaimana inflasi oleh sembako. Bila sembako, semua orang kena. Tapi kalau karena rokok, tak semua orang merokok,” jelasnya.

Di sisi lain, perokok punya cara menyiasati kenaikan cukai rokok. Jatimplus.id mengadakan survei pada para perokok yang hasilnya bisa dibaca dalam tulisan Harga Rokok Naik, Masihkah Beli?

Sementara itu, masyarakat memperluas kawasan terbatas merokok yang tak tercantum di Perwali. Misalnya warga berinisiatif membuat kawasan bebas asap rokok di RW IV, Kampung Dalem, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Warga dengan kesadaran membuat kawasan terbatas merokok yang justru dipelopori oleh para perokok (Titik Kartitiani).

Print Friendly, PDF & Email

Titik Kartitiani

sunset lover, traveler, writer, and fulltime dreamer :)

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.