READING

Daftar Haji Sekarang, 25 Tahun Lagi Baru Berangkat

Daftar Haji Sekarang, 25 Tahun Lagi Baru Berangkat

KEDIRI – Banyaknya peminat untuk melakukan ibadah haji ke tanah suci Mekah, membuat masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia semakin lama. Tak tanggung-tanggung, jika Anda mendaftar pada bulan ini (Juni 2019) maka keberangkatan Anda dijadwalkan pada tahun 2044 nanti. Sehingga setelah Anda daftar bulan ini, Anda harus menunggu seperempat abad atau 25 tahun lagi baru bisa diberangkatkan.

Hal ini terjadi di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Timur termasuk Kabupaten Kediri. Sesuai dengan keterangan Humas Kemenag Kabupaten Kediri, Paolo Jose Ximenes.
“Setiap tahun lamanya masa tunggu memang semakin naik,” ungkapnya.

Penyebab lamanya masa tunggu itu karena tingginya animo warga Kediri yang ingin menunaikan ibadah rukun Islam kelima itu. Pendaftar yang mendaftar belakangan harus antre di belakang pendaftar tahun-tahun sebelumya. Lamanya masa tunggu ini terjadi atas kebijakan pemerintah pusat. Selain itu juga terdapat pembatasan kuota haji asal Indonesia dari pemerintah Saudi Arabia.
“Rata-rata kami dari Kemenag Kabupaten Kediri memberangkatkan sekitar seribu-an calon jamaah haji setiap tahun,” terang Paolo.

Paolo menambahkan untuk syarat pendaftaran sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yaitu CJH harus ke Bank Syariah, bank penerima setoran haji terlebih dahulu. Para CJH mendaftar ke bank itu untuk melakukan pembayaran uang pendaftaran sebesar Rp 25 juta. Uang tersebut nantinya dikunci sebagai rekening pribadi yang tidak bisa diambil karena digunakan untuk mengambil kursi antrean urutan haji sebelum diberangkatkan. “Setelah menyetor, bukti setor tersebut nantinya dibawa ke kantor Kemenag untuk kemudian dilakukan penginputan data,” ujarnya.

Walaupun masa tunggu pemberangkatan haji semakin lama yaitu 25 tahun, para CJH pun tidak surut untuk melangsungkan niatnya. Mereka rela menanti keberangkatan walau harus menunggu lama. Hal ini seperti yang diterangkan Pratiwi warga Kecamatan Badas yang Senin lalu (17/6) mendaftar. Pratiwi  menerangkan bahwa dia dengan suaminya harus berangkat 25 tahun lagi karena baru mendaftar. “Ya tidak apa-apa, sembari menunggu pemberangkatan kami akan mempersiapkan diri juga agar lebih siap nantinya,” ungkap perempuan 27 tahun ini.

Dia menambahkan bahwa ternyata tidak semua pendaftar bulan ini berangkatnya 25 tahun lagi. Ada para pendaftar yang berangkat lebih awal daripada Pratiwi walau daftarnya sama-sama bulan ini. Mereka adalah para calon jamaah yang memiliki usia tergolong tua. Karena di peraturan Kemenag, akan mempercepat calon jamaah haji jika sudah berumur 75 tahun ke atas. “Jadi kalau daftar sekarang sudah berumur 65 tahun, calon jamaah itu bisa berangkat 15 tahun lagi dipaskan dengan umurnya ketika 75 tahun. Berbeda dengan saya yang lebih muda ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lonjakan masa tunggu pemberangkatan haji setiap tahunnya semakin bertambah. Hal ini terlihat dari CJH bernama Ainum Makhris. Ainum merupakan kakak Pratiwi yang  mendaftar pada September 2018 lalu. Ilma yang daftar September 2018 itu dijadwalkan berangkat 22 tahun lagi atau pada tahun 2041. Walaupun rentang waktu mereka daftar hanya terpaut delapan bulan, namun selisih masa tunggu mereka pun sudah bertambah tiga tahun. “Juga ada kakak saya yang daftar Mei 2018 lalu itu jadwal pemberangkatannya tahun 1938. Jadi rentang setahun saja kami daftar bisa beda 6 tahun selisih pemberangkatannya,” tegasnya.

Walaupun menunggu selama 25 tahun untuk diberangkatkan, Pratiwi berharap selama masa tunggu itu nantinya ada perubahan sistem dari kebijakan Kemenag pusat seperti penambahan kuota haji. Sehingga dengan adanya perubahan kebijakan itu nantinya dia bersama suaminya bisa berangkat lebih cepat daripada jadwal awal yang ditentukan ini.

Pemberangkatan calon jamaah haji menggunakan sistem antrean masa tunggu tahunan ini dimulai sekitar tahun 2008-an. Pada tahun-tahun sebelumnya kuota haji masih longgar sehingga tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk diberangkatkan setelah mendaftar ke Kemenag. “Saya saat berangkat dulu masih belum kena sistem masa tunggu seperti saat ini. Sehingga enak, daftar langsung berangkat,” ungkap Nur Muhayati yang juga dulu diberangkatkan melalui Kemenag Kabupaten Kediri.

Warga Kecamatan Pare ini mengaku bahwa dia bersama suaminya dulu berangkat secara langsung pada tahun 2003. Sistem pendaftarannya hampir sama dengan saat ini, namun memang bedanya tidak perlu antre bertahun-tahun untuk berangkat. “Sama daftarnya harus melalui bank syariah untuk pembayarannya,” ujarnya.

Setelah pembayaran dan pendaftaran di Kemenag sudah dilakukan, Nur dan suaminya pun bisa langsung mengikuti program latihan haji atau biasa disebut Manasik Haji. Setelah melakukan manasik selama beberapa bulan , tidak sampai satu tahun mendaftar dia pun sudah diberangkatkan. “Mungkin dulu yang daftar tidak sebanyak sekarang, jadi berangkatnya bisa cepat,” terangnya.  (Moh. Fikri Zulfikar)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.