READING

Daging Tikus Bisa Diolah Jadi Daging Ayam, Benarka...

Daging Tikus Bisa Diolah Jadi Daging Ayam, Benarkah?

KEDIRI – Kabar adanya usaha pengolahan daging tikus menjadi daging ayam ramai di media sosial. Informasi itu menjadi viral setelah sebuah situs yang banyak memuat tentang topik pengobatan dan tips kesehatan menulis artikel berjudul ‘Waspada! Daging Tikus Diubah Menjadi Ayam! Mohon Sebarkan, agar mereka waspada!!’

Dalam waktu singkat artikel yang dimuat pada tanggal 14 November 2018 itu sudah tersebar di berbagai platform media sosial. Apalagi kalimat pengantarnya cukup membuat bulu kuduk merinding. “Jika anda makan diluar, jangan memilih kedai yang murah sahaja tetapi pastikan makanan halal dan selamat. Berikut adalah gambar bagaimana tikus diproses menjadi ayam”.

Selanjutnya ditampilkan tahapan mengolah daging tikus menjadi ayam versi mereka, seperti di bawah ini:

  1. Tikus yang ditangkap dikumpulkan dan dibunuh.
  2. Kemudian dibakar dengan menggunakan dapur gas agar hilang bulu tikut.
  3. Di cuci lalu dipotong-potong untuk kelihatan seperti ayam
  4. Dimasukan rempah untuk rasa seperti ayam.
  5. Bersedia untuk di goreng
  6. Bersedia untuk di makan.

Dalam waktu singkat, informasi tersebut telah dibagikan hingga 5,6 ribu kali di Facebook. Persebaran terbanyak dibagikan melalui page Tips dan Inspirasi. Sangat mengerikan.

Penelusuran fakta oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia yang bekerja sama dengan beberapa media online anggota Aliansi Jurnalis Independen dan Asosiasi Media Siber Indonesia menyatakan artikel itu sebagai kabar bohong alias hoax.

Media online Tempo.co menyebut situs http://www.topikkesehatan.com tidak memenuhi unsur sebagai portal media yang kredibel karena tidak diketahui siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan.

Padahal ketentuan dalam Pasal 12 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers mewajibkan perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan.

Selain itu, tak ada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dimuat dalam situs tersebut. Kewajiban pemuatan Pedoman Pemberitaan Media Siber tercantum jelas pada Pasal 8 UU Pers.

Fakta lain soal foto dan isi tulisan diketahui sama persis dengan sebuah blog di Malaysia. Bahkan penulisan ulang di situs http://www.topikkesehatan.com tak mengubah ejaan aslinya dalam bahasa Malaysia.

Hal yang lebih mengejutkan yakni sumber informasi yang diketahui berada di Cina. Dari penelusuran foto yang dilakukan Tempo, gabungan  foto yang diunggah situs itu pertama kali dipublikasikan di website berbahasa Mandarin pada tanggal 16 Juli 2012 berjudul “Hidangan Tikus Paling Eksotis di Dunia”. Artikel tersebut memuat 26 foto olahan dan penyajian masakan berbahan daging tikus di berbagai dunia.

Untuk itu berhati-hatilah dalam mencerna dan membagikan kembali sebuah pesan berantai yang tak diketahui asal usulnya. (*)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.