READING

Dalam Kecelakaan Kereta, Masinis Tak Bisa Dihukum

Dalam Kecelakaan Kereta, Masinis Tak Bisa Dihukum

MADIUN – Kasus kecelakaan kereta api yang menabrak kendaraan atau manusia di perlintasan sudah sering terjadi. Namun mengapa tak satupun masinis kereta yang dihukum?

Baru-baru ini PT Kereta Api Indonesia mengeluarkan peringatan keras bagi penerobos palang pintu kereta api. Selain tertabrak kereta, pelanggar palang pintu akan dikenai denda sebesar Rp 750.000.

Bukan gertak sambal, ancaman denda yang tak sedikit ini diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 296 disertai ancaman penjara selama tiga bulan. “Selama ini masyarakat cenderung mengabaikan ancaman hukuman ini,” kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasional 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko kepada Jatimplus, Selasa 7 Mei 2019.

Ixfan juga meluruskan kekeliruan pemahaman masyarakat tentang fungsi palang pintu perlintasan. Selama ini para pengendara menganggap palang pintu untuk melindungi mereka dari laju kereta api. Padahal palang pintu itu justru berfungsi sebaliknya, yakni melindungi kereta api dari laju kendaraan yang melintas.

Ini pula mengapa undang-undang meminta kendaraan lain mengutamakan laju kereta api di tiap perlintasan. Sehingga ketika terjadi kecelakaan kereta api, di mana lokomotif menabrak kendaraan yang melintasi jalur kereta, pengemudi kereta selalu dianggap benar. Sementara korban yang lebih banyak timbul dari penerabas perlintasan adalah pihak yang salah.

baca juga: PT KAI Luncurkan Kereta Eksekutif Harga Miring

Namun hal ini tak berlaku jika terjadi kesalahan yang diakibatkan kelalaian masinis kereta api, seperti tak mengindahkan petugas pengatur perjalanan kereta api atau melanggar rambu kereta.

Celakanya, selain kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi palang pintu perlintasan, hingga kini masih banyak perlintasan liar yang tidak dijaga dan berpintu. Menurut catatan Daop 7 Madiun, hingga 5 November 2018 terdapat 270 perlintasan resmi, 67 perlintasan liar, dan 45 perlintasan tak sebidang (tiga flyover dan 42 underpass).

“Tidak boleh tidak, pengendara harus tengok kanan kiri saat melintasi rel kereta. Jangan disepelekan karena laju kereta api akan sangat cepat,” kata Ixfan. Himbauan ini terutama untuk masyarakat yang kerap melintasi perlintasan tak berpintu di desa-desa.

baca juga: Berburu Menu Buka Puasa di Kediri

Dia juga mengkritik sikap pengendara di perkotaan yang kerap mengabaikan pergerakan palang pintu saat kereta lewat. Bahkan di beberapa daerah kerap dijumpai kendaraan roda dua yang masih lalu-lalang meski palang pintu sudah diturunkan.

Khusus daerah operasional 7 Madiun, jumlah lalu lalang kereta api mulai bulan ramadan ini akan tinggi. Hal ini seiring beroperasinya jalur ganda yang menghubungkan Stasiun Baron, Sukomoro, Kabupaten Nganjuk dengan Stasiun Babadan. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.