Dampak Banjir Madiun Luar Biasa

MADIUN – Banjir bandang menerjang tujuh desa di Madiun, Jawa Timur. Dampak banjir yang terjadi sejak Selasa, 5 Maret 2019, melumpuhkan sejumlah aktivitas warga.

Komandan Kodim 0803 Madiun Letnan Kolonel Nur Alam Sucipto mengatakan banjir terjadi setelah kawasan Madiun diguyur hujan deras sejak kemarin. Tercatat tujuh desa di tiga kecamatan terendam air hingga siang ini. “Ada tujuh desa di tiga kecamatan yang terendam banjir dengan ketinggian hingga lima meter,” kata Nur Alam Sucipto kepada detikcom di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng.

Tak hanya merendam rumah penduduk. Banjir tersebut telah melumpuhkan ruas jalan nasional Madiun – Ngawi. Hingga pagi tadi dilaporkan tidak ada satupun kendaraan yang bisa melintas.

Akibat terputusnya akses tersebut petugas kepolisian melakukan pengalihan jalur. Kendaraan yang hendak menuju Ngawi atau Surabaya dialihkan ke jalur tol. Tidak ada kompensasi pembayaran tol atas pengalihan jalur tersebut. “Jika air sudah surut jalur bisa kembali digunakan,” kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada Kompas.com, Rabu pagi.

Menurut Ruruh, banjir yang menggenang di ruas jalan Madiun – Ngawi ini terjadi di Dusun Jetak, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Madiun. Ketinggian air mencapai setengah meter.

Selain melumpuhkan jalur lalu lintas, banjir bandang ini juga memicu berhentinya kegiatan belajar mengajar di daerah bencana. Sebanyak 11 sekolah SD dan SMP diliburkan pagi tadi. “Jumlah sekolah yang terdampak sekitar 11 lembaga pendidikan. Utamanya di wilayah Balerejo dan Pilangkenceng,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun kepada detikcom.

Dia menjelaskan penghentian operasional sekolah ini untuk menjaga keamanan peserta didik. Mereka diminta belajar di rumah sambil membantu membersihkan rumah yang tergenang air.

Informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut seluruh daerah di Jawa Timur berpotensi hujan hari ini. Di Kabupaten Madiun hujan diperkirakan turun dengan kapasitas sedang.

Sementara Magetan, Nganjuk, Magetan, dan Ngawi diramalkan terjadi hujan deras disertai petir. Masyarakat dihimbau mewaspadai cuaca yang cukup ekstrim untuk menghindari celaka.

Hingga kini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Madiun. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan aparat TNI/Polri terus melakukan evakuasi dan pembersihan jalan dari genangan lumpur. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.