READING

Dana Prodamas Tak Boleh Lagi Untuk Jorjoran

Dana Prodamas Tak Boleh Lagi Untuk Jorjoran

KEDIRI – Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) yang memberikan hibah Rp 100 juta per RT mulai diperketat. Masyarakat tak lagi diperbolehkan membangun infrastruktrur lebih dari separuh anggaran.

Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya mengatakan penggunaan dana Prodamas jilid II memang memberikan plafon lebih besar. Agar tak terjadi pemborosan dan mengarah pada pembelian barang tersier, pemerintah mengeluarkan aturan baru soal realisasi Prodamas Plus. “infrastruktur bukan lagi prioritas seperti aturan sebelumnya,” katanya kepada Jatimplus.ID, Jumat 7 Februari 2020.

Penyesuaian Perwali Nomor 3 tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Plus (Prodamas Plus) memberi batasan penggunaan anggaran untuk infrastruktur. Jika sebelumnya alokasi pos ini mencapai 60 persen, kali ini dipangkas menjadi 25-50 persen saja.

Sementara alokasi yang diperluas pemanfaatannya adalah untuk bidang ekonomi, kepemudaan, dan kesehatan.

Paulus menambahkan regulasi baru ini bukan berarti menghapus pos infrastruktur begitu saja. Sebab beberapa kelurahan di pinggiran Kota Kediri masih belum selesai berbenah. Beberapa wilayah diketahui membutuhkan dana untuk membangun saluran irigasi, jalan-jalan gang, hingga gorong-gorong. Seperti Kelurahan Ngampel di ujung barat Kota Kediri dan Kelurahan Ketami di ujung timur kota.

Di lain tempat, pembangunan infrastruktur justru sudah masuk titik jenuh. Selain areal yang relatif sempit, kondisi infrastruktur yang ada juga sudah baik. Sebelum Prodamas diluncurkan, kawasan itu telah banyak menerima program pembangunan Pemkot Kediri. “Seperti Kelurahan Pakelan, Ringinanom, Kampungdalem, Setonogedong, dan daerah lain di pusat kota,” kata Paulus.

Pemanfaatan dana Prodamas Plus di bidang kesehatan mendapat jatah maksimal 50 persen, sosial budaya maksimal 40 persen, dan sisanya untuk ekonomi, pendidikan, serta kepemudaan. Paulus menjelaskan, pos ekonomi ini bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan usaha bersama. Sedangkan pendidikan dan kepemudaan bisa diwujudkan kegiatan pembelajaran seperti english massive maupun karang taruna.

Hingga saat ini program politik Wali Kota Abdullah Abu Bakar ini masih dinilai efektif. Pembangunan berkonsep bottom up ini mendorong pertumbuhan di tingkat bawah dengan lebih cepat. Mulai pembangunan paving gang, gorong-gorong, hingga fasilitas umum seperti pos kamling dan pengadaan lampu jalan.

“Daerah-daerah yang padat penduduk sekarang relatif lebih aman dari genangan air ketika musim penghujan karena jumlah saluran drainase semakin banyak,” kata Paulus.

Untuk diketahui anggaran Prodamas Plus tahun 2020 cukup besar. Dengan jumlah RT mencapai 1.478 di Kota Kediri, maka total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 147,8 miliar.

Mengingat anggaran yang cukup besar, Paulus mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakannya. Bukan untuk membeli TV, AC, atau kursi lipat besi yang sebenarnya sudah ada sebelumnya.

Reporter: Dina Rosyidha
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.