READING

Dari Bengkel Rosok Hingga Museum Spanyol (1)

Dari Bengkel Rosok Hingga Museum Spanyol (1)

Mereka anak-anak muda hebat. Tak banyak yang mengambil jalan seperti mereka di tengah riuh teknologi informasi yang menjadi candu. Jatimplus.ID memilih empat remaja dan komunitas yang berani mengambil pilihan berbeda, hingga layak menyandang predikat Generasi Jaman Now.

Yogi Hermawan mencuri perhatian publik setelah motor vespa buatannya dikoleksi museum Spanyol. Dari bengkel kecil di perbatasan Kota Kediri, remaja putus sekolah ini merakit vespa tank yang menjadi tren sekuter Indonesia.

Pendidikan formal Yogi Hermawan memang tak tinggi. Bangku sekolah pun dia tinggalkan demi memenuhi hasrat kepada besi-besi tua. Dari garasi samping rumah orang tuanya, Yogi merakit sekuter super yang membawanya populer sebagai kreator vespa tank.

baca juga: Gerombolan Garasi Pencipta Imaji

Vespa tank adalah jenis kendaraan sekuter yang dilengkapi gandengan di sisi kirinya. Pelaku otomotif kerap menyebutnya dengan sespan. Selain untuk mengangkut barang, gandengan ini juga berfungsi mengangkut penumpang.

Tak sekedar menempelkan gerobak pada lambung kiri sekuter, sespan buatan Yogi memiliki bentuk khusus, yakni tank. Kendaraan militer perang itu diduplikasi sedemikian rupa hingga menyatu dengan sekuter. Lengkap dengan meriam dan assesoris tank sesungguhnya. Untuk menambah kesan army, Yogi menambahkan kotak amunisi dan tangki bahan bakar di bagian belakang. Deretan roda bergerigi yang dipasang di samping bawah sespan makin mengukuhkan kendaraan ini sebagai tank militer.

baca juga: KHF, Segenggam Dedikasi Kaum Muda Kediri

Sebagai penggerak, Yogi menancapkan sekuter jenis PX sebagai tunggangan pengemudi. Kenapa PX? “Karena mesin dan rangkanya kuat. Harga bekasnya juga masih bisa dijangkau,” kata Yogi.

Meski merancang semua desain sendirian, namun Yogi melibatkan beberapa temannya saat eksekusi. Pemotongan rangka vespa, plat, besi, hingga pengecatan kendaraan membutuhkan banyak tangan dengan keahlian masing-masing.

baca juga: Dari Kick Andy, Naked Traveler, Komunitas Hingga Royalti

Skuter rancangan Yogi memang tak main-main. Walau diproduksi di bengkel murahan di Lingkungan Jegles, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, namun hasilnya tak murahan. Dua skuter tank Yogi telah dikirim ke negara Spanyol. Satu unit menjadi koleksi museum kendaraan di sana, sedangkan lainnya dimiliki pecinta otomotif di negara matador.

Siapakah Yogi Hermawan ini sebenarnya?

Dia bukanlah insinyur teknik lulusan perguruan tinggi ternama. Pendidikan formalnya bahkan tak tuntas di bangku Madrasah Aliyah. “Bukan karena tak naik kelas, hanya sering bolos,” ujar Yogi yang baru berusia 29 tahun pada Mei mendatang.

Karena kerap meninggalkan bangku sekolah untuk mengikuti touring bersama komunitas sekuter Kediri, Yogi harus memilih. Hatinya telah tertambat pada kelompok penggemar vespa yang memiliki nama cukup garang, Rosok Scooter Jahanam (RSJ). Klub sekuter ini cukup beken di kalangan penunggang vespa karena ciri khasnya yang gembel dan norak. Hampir seluruh vespa mereka mirip rongsokan dengan atribut kaleng bekas dan benda-benda tak terpakai.

Rakitan vespa yang akan disulap menjadi bentuk tank di bengkel Yogi. Foto Jatimplus/Solichana

Kecintaan Yogi pada kendaraan vespa bukan datang tiba-tiba. Sejak kecil dia sudah terbiasa menunggang vespa Super keluaran tahun 1978 milik ayahnya. Bahkan kendaaran roda dua yang pertama kali dikuasai adalah motor itu. Hingga akhirnya Yogi terseret dalam klub RSJ dan menjadikan mereka sebagai keluarga kedua.

Pertentangan keras yang dialami Yogi dengan orang tuanya adalah saat memutuskan berhenti sekolah. Apalagi dunia kerja di tanah air masih mengutamakan pengakuan formal pendidikan dibanding keahlian seseorang.

Alih-alih memilih sekolah, Yogi malah sering meninggalkan kelas. Bersama vespa kesayangannya, Yogi kerap pergi berhari-hari tanpa diketahui rimbanya. “Karena ibu saya khawatir terjadi sesuatu di jalan, saya diperbolehkan membuka bengkel di rumah,” katanya.

Memanfaatkan lahan di samping rumah, Yogi membuka bengkel. Sedikit uang yang diperoleh dari orang tuanya dibelikan peralatan las di tahun 2009. Yogi ingin menjadi tukang las yang bisa memproduksi pagar rumah dengan penghasilan lumayan. Hebatnya, pengetahuan dan keahlian menyambung besi itu dipelajari secara otodidak. Yogi memang memiliki kemampuan lebih di bidang ini.

Sebagai pemilik bengkel las, Yogi harus siap menerima panggilan pekerjaan di luar bengkel. Karena tak memiliki mobil, Yogi memaksimalkan sekuter miliknya untuk mengangkut peralatan las. Salah satunya dengan menambahkan sespan di samping sekuter. Selain memuat banyak barang, sespan ini bisa menampung hingga tiga penumpang sekaligus. “Inilah awal saya memproduksi sespan tank,” katanya.

Untuk mempercantik penampilan gerobaknya, Yogi menambahkan beberapa ornamen hingga berbentuk tank. Karena kerap dipertontonkan saat mengikuti kegiatan klub, kendaraan Yogi menjadi populer. Beberapa temannya meminta dibuatkan kendaraan serupa karena tertarik dengan tampilannya yang Army.

Banyaknya pemesan sekuter tank inilah yang perlahan-lahan menggeser profesi Yogi sebagai tukang las pagar. Meski terus mengalami pengembangan, bengkel lasnya seperti tak mampu menampung rangka-rangka besi untuk merakit sespan.

Kuwalahan menerima pesanan, Yogi merekrut empat pekerja bengkel. Mereka mendapat tugas berbeda untuk mempercepat perakitan. Karena sudah terbiasa, saat ini Yogi mampu menyelesaikan delapan unit sekuter tank dalam waktu satu bulan. Seluruh proses produksi itu dilakukan secara manual karena nyaris tak ada satupun peralatan bengkel Yogi yang modern. “Karena itu memotongnya harus benar-benar presisi, itu yang sulit,” katanya.

Minimnya modal yang dimiliki membuat bengkel ini tak memajang sekuter tank mereka sebagai etalase. Seluruh produksi dilakukan berdasarkan pesanan. Harganya pun terbilang tak terlalu mahal. Rp 8 juta untuk sekuter tank beroda lima dengan panjang 2,7 meter, lebar 1,25 meter. Serta Rp 11 juta untuk vespa tank 10 roda dengan panjang 4,5 meter dan lebar 1,25 meter.

Melalui pemasaran dari mulut ke mulut, vespa rakitan Yogi terkenal hingga pelosok negeri. Secara rutin kiriman paketnya menyeberang hingga ke luar Pulau Jawa. Yogi menjamin sekuter rakitannya bisa menempuh berbagai medan jalan tanpa kendala teknis sama sekali. Karena itu dia juga tak merasa terganggu dengan munculnya bengkel-bengkel baru yang memproduksi vespa tank seperti miliknya. “Saya sudah punya pelanggan dan kualitasnya jaminan,” katanya.

So, tertarikkah kamu untuk mengendarai vespa tank ini.

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.