READING

De Satu Cafe, Cara Ngopi yang Tak Bikin Kembung

De Satu Cafe, Cara Ngopi yang Tak Bikin Kembung

KEDIRI– Ada sebagian orang yang menghindari kopi karena takut sakit lambung atau bikin kembung. De Satu Café menawarkan cara seduh yang benar sehingga tidak akan kembung bagi yang lambungnya sensitif.

Ada puluhan toples bening berisi berbagai jenis kopi yang berjajar rapi. Di setiap tabungnya ada label-label yang menujukkan asal kopi. Beberapa adalah kopi yang memang sudah terkenal. Seperti Aceh Gayo, Kintamani Bali, Kayumas Situbondo hingga Lintong dari Sumatra

Ada pula kopi-kopi lokal Jatim seperti kopi Kelud Liberika, Wilis, Excelsia Medowo, Wonosalam Jombang hingga Wlingi Blitar. Tidak ketinggalan kopi asal berbagai pulau seperti Kopi Toraja, Dampit, Mandailing, Lampung, hingga Wamena.

“Rata-rata kafe lain hanya menyediakan 7-8 varian. Kalau di sini kita sediakan 34 jenis kopi. Dan saya tidak gunakan kopi impor karena kopi Nusantara saja sudah kaya,” terang Febri Fahrudin Widianto, owner de Satu Cafe.

Menurut Febri, kafenya memang sengaja dibuka untuk para pecinta kopi asli. Sehingga pria 45 tahun tersebut lebih fokus pada banyaknya varian kopi yang ditawarkan serta kualitas seduhannya daripada interior kafe itu sendiri. Dari banyaknya jenis kopi yang ditawarkan, ada beberapa yang favorit.

Yang paling digemari memang jenis-jenis yang sudah mainstream seperti Kopi Aceh Gayo, Kintamani dan Lintong. Meski lainnya tidak terlalu favorit, tetap ada saja penikmatnya sehingga stok kopi Febri selalu habis. “Kalau yang favorit, saya kulakan per dua minggu sekali. Kalau yang lainnya biasanya maksimal sebulan sekali,” tambahnya kepada Jatimplus.ID.

Biasanya para penikmat kopi mempertimbangkan sebuah kopi untuk dikonsumsi berdasarkan kadar kafein dan rasanya. Kopi Gayo memang dikenal memiliki kemantapan kopi yang baik dan rasanya yang khas. Wajar banyak yang gandrung menyeruputnya karena bisa memberikan efek segar dan memunculkan semangat.

Ada pula kopi wine yang disukai karena memiliki aroma seperti minuman anggur sebagai akibat dari proses fermentasi. Hanya saja tetap tidak ada kandungan alkohol di dalamnya sehingga tidak memabukkan. “Disenangi karena ada aroma wine-nya. Kalau kandungannya sama seperti kopi pada umumnya,” beber Febri.

De Satu Cafe menggunakan metode manual breewing. Untuk biji kopinya dibuat middle roasted. Febri menghindari memanggang biji kopi secara berlebihan karena bisa menghilangkan ciri khas rasa kopi. “Kalau terlalu hangus rasa yang dihasilkan hanya pahit saja. Cita rasa khasnya hilang,” katanya.

Febri dari dulu memang menyukai dunia perkopian. Sejak lajang, laki-laki asli Kediri tersebut sudah sering melakukan eksperimen dan menjajal berbagai jenis kopi. Makanya kini dirinya tertarik untuk membuka kafe agar bisa menyalurkan hobinya tersebut.

“Ilmu tentang kopi itu sangat kaya makanya sangat asyik untuk dipelajari,” terang Febri.

Ragam jenis kopi di de Satu Cafe. FOTO: JATIMPLUS.ID/Dina Rosyida

Seduh Benar Bikin Tak Kembung

Menurutnya, semua jenis kopi memiliki karakter dan cita rasa yang berbeda-beda. Bahkan meski kopi sama-sama dari Kediri, jika lokasi tumbuhnya berbeda rasanya yang dihasilkan pun berbeda. Untuk mempertahankan ciri khasnya, rasio penyeduhannya harus benar. Untuk jenis v60 standar, rasionya 1:15.

“Untuk satu gram kopi diseduh menggunakan 15 gram air,” terangnya ketika ditemui di kafenya yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto Kota Kediri tersebut.

Belum lagi, proses penyeduhan juga harus berhati-hati meski caranya beraneka ragam. Kesalahan dalam menyajikan kopi bisa berefek pada hilangnya khasiat dan karakter kopi. Bahkan bisa berdampak pada kesehatan penikmatnya.

“Kalau menyeduhnya benar, walaupun konsumen memiliki lambung yang lemah, tetap tidak akan memberikan efek negatif. Yang bikin kembung itu yang nyeduhnya salah,” jelas Febri.

Menurutnya, teknik penyeduhan dasar yang benar adalah tidak menyeduh kopi di air yang mendidih. Air harus dibiarkan selama 30-40 detik dulu setelah mendidih baru kemudian digunakan untuk menyeduh kopi.

Setelah itu, hasil seduhan tidak boleh ditutup langsung karena ketika proses brewing ada proses pelepasan racun. Makanya hasil seduhan lebih baik ditutup setelah 1-3 menit. “Jadi ada aturannya, nggak boleh kira-kira. Ini saya selalu gunakan termometer agar hasil seduhan sempurna,” tandasnya.

Meski diracik secara profesional, harga yang ditawarkan de Satu Cafe relatif terjangkau. Untuk kopi spesial de Satu yang regular blend hanya dijual Rp 3 ribu per cangkir. Sedangkan varian lainnya maksimal dibandrol Rp 15 ribu per cangkir. Ada pula minuman cokelat hangat lengkap dengan snack sebagai camilan pendamping.

“Ada free wifi di sini. Buka setiap hari dari pukul 11.00 WIB siang sampai lewat tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.