READING

Dekatkan Generasi Milenial, Di Banyuwangi Budaya K...

Dekatkan Generasi Milenial, Di Banyuwangi Budaya Keris Dipamerkan di Kafe

Cap kuno, klenik, atau mistis yang melekat pada sebilah keris, kerap membuat generasi muda jengah dan menjaga jarak.

BANYUWANGI- Sebagai terobosan sekaligus untuk menepis stigma itu, Panji Blambangan atau Paguyuban Pelestari Tosan Aji Banyuwangi memilih kafe sebagai tempat penyelenggaraan acara Budaya Keris 2019.

Di Kafe Hore Kopi, pusaka itu dipamerkan. Kemudian juga di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Menurut  Ilham Trihadinagoro selaku penggagas acara, tidak mudah mendekatkan keris pusaka dengan generasi milenial.

“Karena generasi milineal belum belum sudah ngecap keris itu hanya dari sisi magisnya, “katanya. Padahal setiap pusaka selalu memiliki cerita  ilimiah. Apalagi keris merupakan metalurgi yang berasal percampuran berbagai logam. “Keris itu metalurgi, “ungkapnya.

Di setiap keris pusaka selalu tersengkelit pengetahuan. Mulai dari babakan nilai artistik, sejarah, budaya, hingga filosofi. Seorang empu selalu menyelipkan makna dari setiap pusaka yang dia ciptakan.  

Pesan tidak kasat mata itu bisa dilacak dari pancer atau cikal bakal atau babon keris pusaka. Pancer keris banyak jumlahnya. Diantaranya Nagasasra, Nagaraja, Sabukinten, Carubuk, Sengkelat dan lain sebagainya.

Selain Pancer,  makna yang disiratkan empu juga bisa diintip melalui dapur atau pola pusaka. Dikutip dari “Regol Megal Megol Fenomena Kosmogoni Jawa”,  setiap keris, baik lurus atau ber-luk, memiliki pancer pusaka masing masing.

Pola dan nama keris pusaka yang dibuat zaman sesudahnya pancer disebut dapur. Misalnya keris pancer Pasopati buatan Empu Ramahadi zaman Jawa Kandha (125 Masehi). Keris serupa yang dibuat empu di  zaman sesudahnya, dinamakan keris dapur Pasopati.

Kemudian juga Tangguh atau asal usul keris pusaka sekaligus perkiraan waktu pembuatan, serta gagang keris. Meski demikian  untuk menilai sebilah keris, seseorang cukup berpatokan pada tangguh, sepuh dan wutuh.  

“Selain keris peninggalan Kerajaan Kediri, Majapahit, Mataram, Demak, Blambangan, hingga tangguh kamardhikan, dalam Gelar Budaya Keris yang ke-13 ini, Panji Blambangan juga memamerkan pusaka tombak dan pedang, “terang Ilham.

Meski keris tangguh Blambangan hanya memiliki lapisan pamor 8 lipatan, yakni masih kalah jauh dari Koripan (Kediri) 128 lipatan,  Mataram 256 lipatan, Majapahit 2048 lipatan dan yang tertinggi Sendang Sedayu 4096 lipatan, bagi Ilham, Blambangan tetap paling istimewa.

Pada tahun 2001 dirinya mengaku pernah menghibahkan keris milik Patih Singo Gringsing kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Pusaka yang saat itu hendak dijual oleh ahli warisnya itu dia peroleh di kawasan Pabrik Gula Prajekan Bondowoso.

“Saya dapat dari warga. Silsilahnya jelas, mereka mengaku dari Pringgokusumo. Terus waktu saya telusuri itu jelas, keturunanya yang bilang. Sekarang sudah meninggal, di Pakis Duren, “paparnya.

Dalam gelar budaya itu juga diadakan acara jamasan atau pencucian keris pusaka.

Ramalan Keris

Saat masih kuliah di salah satu kampus di Surabaya, Ilham pernah diramal akan didatangi keris pusaka se-Banyuwangi.  Si peramal adalah dosen pembimbingnya, seorang keturunan Belanda yang juga pemerhati keris. Meski peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1988, Ilham masih teringat seolah baru diucapkan kemarin sore.

“Mulio nang Banyuwangi, engkok keris keris nang Banyuwangi arep moro kabeh nang kowe (Pulanglah ke Banyuwangi, nanti keris keris di Banyuwangi akan datang semuanya kepadamu). Begitu ucapannya, “kata Ilham mengutip ramalan.

Keris Macan Putih Banyuwangi. FOTO : JATIMPLUS.ID/suci rachmaningtyas

Saat itu dirinya tidak begitu menggubris. Disisi lain Ilham juga tidak begitu mengenal keris. Satu satunya keris pusaka yang dia miliki adalah warisan kakeknya yang tutup usia pada tahun 1989. Pada tahun 1991, pusaka peninggalan leluhurnya dia jual. Hasilnya dia gunakan untuk modal usaha istrinya.

“Saat itu laku Rp 1,5 juta, “tuturnya. Namun uniknya, setelah melakukan transaksi itu, dia menjadi tertarik belajar seluk beluk keris. Disisi lain timbul ide menekuni usaha jual beli keris. Menurut Ilham, fenomena keris menjadi komoditas sudah berlangsung sejak zaman dulu.

Di saat warga kraton menjadikannya sebagai piandel, senjata maupun koleksi, di pasar selalu ada yang menjajakan. UNESCO yang mengakui keris sebagai pusaka warisan dunia sejak tahun 2005 juga meminta masyarakat tidak berhenti pada pelestarian. Masyarakat juga didorong untuk mengembangkan.

“Ada orang yang sekedar merawat. Kalau saya kan gila. Saya ini kalau punya uang, kalau ada orang yang nawarin keris, ya saya beli. Keris yang di rumah semua ndak ada yang di luar. Semua di dalam kotak ataukoper. Jadi saya memperlakukan keris itu sama, “tuturnya.

Ilham mengaku pernah memiliki 500 keris. Saat ini yang dia simpan masih sekitar 300-an keris. Baginya, selain warisan budaya bangsa, ada nilai artistik yang menarik.  Ilham memperlihatkan salah satu keris yang sengaja dia buat untuk momentum Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-247.

 “Ini (keris) punya saya. Saya perkirakan sejarah Macan Putih itu seperti ini, tapi saya bikin baru, karya saya. Kerjasama dengan pande (pandaibesi). Yang ngereka arah pamor itu saya,” terangnya.

Keris itu berpamor Melati Tumpuk. Melati merupakan simbol bunga yang disukai banyak orang. Sementara luk atau lekuk keris berjumlah 23 yang diartikan 2 dan 3. Jika dijumlah, angka 5 dalam hitungan Jawa berarti ilmu.

Pada bagian pangkal keris, terdapat ukiran seekor macan berwarna putih. Ilham ingin menggambarkan jika di Banyuwangi pernah ada Kerajaan Macan Putih. Macan Putih merupakan sosok penjaga setia yang menemani Prabu Tawang Alun dari Rowo Bayu menuju Timur.

“Kenapa berwarna putih karena dia tetap suci, punya harapan yang suci. Menyimbolkan Macan Putih itu dengan Pamor Melati. Tujuannya 23 saya ingin belajar terus, ilmu yang tidak pernah putus,” ungkapnya.

Reporter : Suci Rachmaningtyas
Editor : Mas Garendi

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.