READING

Desainer Lokal dan Nasional Siap Pamerkan Karyanya...

Desainer Lokal dan Nasional Siap Pamerkan Karyanya dalam The 5th Dhoho Street Fashion Show

KEDIRI– Para desainer kawakan sudah siap memamerkan karyanya dalam Dhoho Street Fashion (DSF) besok. Masing-masing dengan mantap memberikan bocoran seperti apa desain yang akan ditampilkan di atas catwalk. Meski berbeda-beda, semua mengacu pada tema besarnya yakni Pride of Jayabaya.

“Pride of Jayabaya” adalah upaya kembali mengenang spirit masa keemasan Kerajaan Kediri pada kurun waktu 1135 – 1157 Masehi, saat Maharaja Jayabaya memerintah. Di masa inilah slogan yang terkenal Panjalu Jayati atau Kediri Menang ditorehkan pada Prasasti Hantang, sebuah tetenger kembalinya Jenggala menjadi bagian dari Kerajaan Kediri.

Didiet Maulana yang sudah berkolaborasi dengan DSF sejak 2017  mengadopsi gaya yang mengedepankan tren masa kini dengan garis anggun yang dituangkan dalam rancangan. Bahan-bahan tenun kediri menjadi bahan utama dengan memadukan tenun lebih dari 8 rumah tenun di Kediri.

Didiet juga menambahkan beberapa siluet klasik Beskap dan juga tema safari karena menyesuaikan dengan lokasi show yaitu di Taman Hutan Joyoboyo, Kediri. Warna dipilih mulai dari pesona jingga hingga hijau dan biru.

“Kita juga gunakan semburat ungu sebagai warna khas kota kediri, dijadikan aksen di beberapa busana,” terang Didiet dalam press conference di Hutan Joyoboyo (4/12).

Desainer lain yang juga ikut berkolaborasi dalam DSF 2019, Priyo Oktaviano memanfaatkan momentum ini untuk menginspirasi anak muda untuk mencintai produk lokal. Pasalnya acara tahunan ini fokus menggunakan kain tenun ikat homemade produksi Bandarkidul, Mojoroto.

“Kualitas tenun Bandarkidul menurut saya sangat bagus,” terang pria kelahiran Kediri ini.

Priyo sangat sensitif terhadap kualitas kain. Dia merasakan kerapatan tenun Bandarkidul yang solid ketika memotong bahan berdasarkan pola. Warnanya pun sangat kekinian dengan warna-warna neon dan beraneka ragam. Seperti kuning, hijau, merah dan warna-warna lainnya.

Makanya  Priyo akan menggunakan konsep neon future yakni menggunakan warna-warna yang bertabrakan. Modelnya juga lebih casual, muda, energik, fun dan berbeda. Total ada 24 outfit yang akan dipersembahkan kepada masyarakat Kota Kediri.

“Tidak sabar menunggu show besok,” katanya.

Desainer lainnya yang juga diundang mengisi acara adalah Samira. Berbekal pada tema masa keemasan Raden Jayabaya, Samira berencana untuk bermain di detail model baju. Bentuknya lebih ke kontemporer dan ready to wear. Tidak hanya itu, warna kontras dan teknik bordir juga disematkan dalam karyanya.

“Kita fokus pada busana muslim sebanyak 12 outfit,” urainya.

Sementara itu, Walikota Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa acara DSF ini merupakan salah satu cara pemerintah dalam memantik industri kreatif agar semakin berkembang. Memang saat ini para pelaku UMKM, pengrajin hingga seniman telah bergerak dan berkarya.

Namun diperlukan upaya agar hasil karya mereka bisa semakin dikenal tidak hanya pasar lokal saja, tetapi juga nasional bahkan mancanegara. Sehingga secara agregat perekonomian Kota Kediri semakin berputar dan bergerak dinamis.

“Sekarang sudah ada marketplace dan media sosial. Jadi kegiatan ini diharapkan bisa semakin memberikan dampak yang besar untuk keberlangsungan industri kreatif terutama tenun ikat di Kediri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, DSF dilaksanakan Kamis pagi (4/12) di Hutan Joyoboyo Kota Kediri. Selain tiga desainer terkenal, beberapa siswa SMKN 3 Kediri juga ikut unjuk gigi dengan menampilkan 4 outfit. Ada pula desainer lokal seperti Numansa dan Luxecesar yang masing-masing memamerkan 4 outfit. Sedangkan Azzkasim menampilkan 5 outfit.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.