READING

Di Mojokerto Jalan Rusak “Dipelihara”, Ini Alasann...

Di Mojokerto Jalan Rusak “Dipelihara”, Ini Alasannya

MOJOKERTO- Masih banyak ruas jalan antar desa di wilayah Kabupaten Mojokerto yang belum tersentuh aspal dan rusak. Seperti jalan yang menghubungkan Desa Sidorejo dengan Desa Parengan Kecamatan Jetis.

Akses sepanjang tiga kilometer itu masih berupa tanah basah. Setiap hujan mengguyur, warga yang berkendaraan, yakni terutama roda dua, melintas dengan terseok seok. Selain licin, juga berlobang lobang. Karenanya tak jarang terjadi kecelakaan.

Sementara ketika musim kemarau menjadi kawasan berdebu tebal. Kondisi tak nyaman ini sudah berlangsung bertahun tahun. Namun pemerintah daerah setempat diduga mengabaikan.

Disisi lain disinyalir  banyak proyek perbaikan jalan Bupati Mojokerto terdahulu, yakni Mustofa Kemal Pasa yang justru tidak tepat sasaran. Anggaran perbaikan yang terserap ratusan miliar per tahun, justru untuk jalan bukan kategori umum.

Seperti dilansir dari sindonews.com, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Didik Pancaning Argo mengatakan sudah berupaya mengajukan perbaikan.

Namun karena terbatasnya anggaran, harapan warga mendapat akses jalan yang layak belum juga kesampaian. “Kendalanya memang di anggaran, “kata Didik.

Lalu kapan perbaikan akan dilakukan?. Didik mengaku tidak bisa memastikan.

Selain keterbatasan anggaran, dia menyampaikan kendala lain, yakni kondisi tanah yang labil serta merupakan kawasan langganan banjir. Karenanya dia juga berdalih masih harus melakukan perencanaan matang.

“Kalau anggaran turun akan kita lakukan perbaikan. Namun kita harus koordinasi dengan BPBD, “terangnya.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua LSM Forum Komunikasi IndonesiaSatu (FK 1) Wiwied Haryono. Menurutnya persoalan perbaikan jalan bukan di anggaran, melainkan karena kesalahan membuat skala prirotitas.

“Pemkab salah memberi prioritas, “katanya. Dicontohkan jalan cor di kawasan Desa Padusan, Kecamatan Pacet. Menurut Wiwied  perbaikan jalan berlebihan. Sementara kawasan yang ada  bukan akses utama dan jarang kendaraan yang melintas disana.

Diduga perbaikan yang dilakukan pemkab karena faktor di kawasan itu terdapat villa milik bupati. Akibatnya banyak jalan antar desa yang harusnya menjadi skala prioritas perbaikan justru dilupakan.

Seperti diketahui Kabupaten Mojokerto yang terdiri dari 18 kecamatan, 299 desa dan 5 kelurahan memiliki luas wilayah 969.360 kilometer persegi. Pada tahun 2016 Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto telah melakukan pembangunan jalan 70.299,46 kilometer.

Pada periode pertama kepemimpinan Bupati Mustofa Kemal Pasa, panjang jalan yang sudah dibangun mencapai 650.000 kilometer. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.