READING

Di Ponpes Kediri Ini Santri Khusus Menekuni Falaki...

Di Ponpes Kediri Ini Santri Khusus Menekuni Falakiyah

Di kalangan umat nahdliyin ilmu falak atau astronomi memiliki tempat penting. Tidak hanya untuk menentukan awal puasa ramadan. Hasil perhitungan falakiyah juga untuk memastikan kapan Idul Fitri halal dirayakan.

DI Pondok Pesantren Mahir Arriyadl atau ponpes Ringinagung Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, falakiyah diuri uri. Sejak ponpes berdiri pada tahun 1870 hingga sekarang, pengetahuan klasik itu terus dilestarikan. Setiap santri di Ponpes Ringinagung tidak hanya menekuni ngaji kitab. Mereka juga diberi kesempatan mengetahui peredaran benda benda langit. Diajari bagaimana mengitung posisi matahari, bulan, bintang dan benda langit lainnya.  

“Mulai kelas dua tsanawiyah kami ajarkan santri ilmu falak hingga mahir, “tutur Ketua Tim Lajnah Falak Pondok Mahir Arriyadl Abdullah Afif. Sebagai simulasi, Afif memperlihatkan sebuah benda yang disebutnya sebagai Rubuk. Sebagai alat ukur, Rubuk mewakili dunia. Melalui Rubuk waktu dibelahan dunia bisa dideteksi dan dihitung. “Khususnya jadwal waktu salat di seluruh dunia, “katanya.  

Karenanya manfaat falakiyah sejatinya luas. Tidak hanya mengatur soal perhitungan waktu awal ramadan dan lebaran. Tapi juga untuk menentukan arah kiblat, waktu salat, imsak, buka puasa maupun salat duha. Bahkan dengan ilmu falak sebuah jarak, kedalaman sumur, hingga kedalaman jurang bisa diketahui. “Ya seperti matematika mas, kita juga menggunakan rumus-rumus,” terangnya.

Setiap santri naik kelas, ilmu falak yang diajarkan juga turut meningkat.  Menurut pengasuh Ponpes Ringinagung KH Jali Romlani ilmu falak itu dikembangkan pertama kali oleh Kiai Maisur Sindi, yakni canggah Kiai Nawawi pendiri ponpes. “Jadi sebenarnya tidak sejak awal ponpes berdiri tahun 1870, “terangnya.

Pada era tahun 1950an pengetahuan astronomi berkembang pesat. Pengajaran di pondok terus dipertahankan. Saat ini estafet tanggung  jawab pengajaran ada di tangan Gus Romli yang juga pengurus ponpes. “Alhamdulillah sampai saat ini terus diajarkan, “tutur Kiai Jali dengan nada lega.

Meski memiliki banyak ahli falak, untuk urusan awal ramadan, ponpes Ringinagung tetap berpegang pada pengumuman resmi pemerintah. Menurut Kiai Jali apa yang ditetapkan pemerintah memiliki kedudukan terpenting. Yang diputuskan pemerintah merupakan hasil musyawarah mufakat gabungan ulama se-Indonesia.

Begitu juga ketika ada perbedaan antara hasil perhitungan falakiyah ponpes dengan keputusan pemerintah. Tim falakiyah ponpes tidak akan ambil pusing dengan perbedaan yang ada. Karena bagi Kiai Jali persatuan lebih penting daripada hanya mengikuti pertentangan faham. “Kami selalu mengikuti siaran resmi pemerintah,”kata bapak sepuluh anak itu. (Moh. Fikri Zulfikar)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.