READING

Didatangi Ormas Islam, Pemkot Blitar Tutup Semua R...

Didatangi Ormas Islam, Pemkot Blitar Tutup Semua Rumah Karaoke

BLITAR- Persoalan penutupan tempat karaoke penyedia tarian striptis (tarian telanjang) Maxi Brilian Live Musik di Kota Blitar kembali memanas. Menyusul munculnya sekelompok orang yang menuntut Maxi Brilian dibuka kembali, Forum Ormas Islam (FOI) Blitar Raya kembali turun ke jalan.

Tidak hanya memastikan Maxi Brilian tetap tertutup. Massa FOI juga menuntut Pemkot Blitar menutup seluruh tempat karaoke di Kota Blitar. Pemkot diberi tenggat tiga hari, jika tidak, FOI akan menutup paksa sendiri.

“Kami tunggu 3x 24 jam. Kalau Pemkot tidak bertindak (menutup), kami akan turun sendiri melakukan penutupan paksa, “tegas Ketua FOI Blitar Raya Akbar Charir Senin (7/1/2019). Sedikitnya ada delapan  rumah karaoke di Kota Blitar yang harus ditutup.

Kedelapan rumah karaoke itu disinyalir juga melakukan praktik kemaksiatan. Tidak hanya memberi ruang peredaran minuman keras. Rumah karaoke itu diduga juga menjadi tempat prostitusi terselubung.  

Bagi FOI yang didalamnya terdiri dari ormas Ansor- Banser NU, Front Pembela Islam (FPI), Komando Kesipasiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), penutupan itu harga mati.

Tuntutan massa  semakin mengeras begitu tahu ada sekelompok LSM, preman dan lawyer yang mencoba berdiri di belakang Maxi Brilian, yakni mendesak Maxi Brilian dibuka kembali.

Di tengah ratusan massa yang mendatangi Kantor Pemkot Blitar, Akbar Charir menegaskan tidak akan mundur menghadapi kelompok pembeking tempat hiburan maksiat.

“Siapapun lawyer preman dan LSM yang membekingi prostitusi terselubung akan berhadapan dengan kami, “tantang Akbar Charir yang juga berlatar belakang Ansor Banser NU.

Sementara menyikapi tuntutan FOI, Wakil Walikota Blitar Santoso berjanji akan melakukan penutupan secepatnya. Dalam waktu tiga hari ke depan, yakni sesuai deadline waktu FOI,  delapan tempat karaoke di Kota Blitar akan ditutup paksa.  

Langkah yang diambil untuk menjaga situasi tetap kondusif. Apalagi saat ini merupakan tahun politik. “Dalam waktu tiga hari kedepan akan kita lakukan penutupan, “ujarnya.

Dalam penutupan ini Pemkot akan melakukan evaluasi. Bagi karaoke yang terbukti melakukan pelanggaran, pemkot telah menyiapkan sanksi. “Kita akan lakukan evaluasi. Jika terbukti melanggar akan disiapkan sanksi, yakni mulai sanksi ringan sampai pencabutan izin usaha, “tegasnya.

Sementara dalam waktu yang sama, sejumlah massa menggeruduk Kantor DPRD Kota Blitar. Massa menyesalkan rekomendasi penutupan Maxi Brilian yang dikeluarkan wakil rakyat. Rekomendasi penutupan yang tidak pernah mengajak pihak Maxi Brilian bermusyawarah, dianggap tidak Pancasilais.

“Penutupan ini (Maxi Brilian) berdasarkan pengkhianatan Pancasila, “teriak Supriarno  juru bicara massa sekaligus kuasa hukum Maxi Brilian. Orasi Supriarno sontak membuat naik pitam sejumlah anggota DPRD Kota Blitar. Beruntung, situasi yang panas itu berhasil dinetralisir aparat kepolisian.  

Seperti diketahui,  karaoke Maxi Brilian Kota Blitar  ditutup paksa setelah digerebek Polda Jawa Timur. Dalam penggerebekan, Polda mengamankan sejumlah pemandu lagu yang melakukan praktik striptis dan seks bebas di dalam room karaoke. Dalam penyidikan itu dua orang ditetapkan tersangka. (*)   

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.