READING

Diduga Sebarkan Komunisme, Toko Buku Digerebek Ten...

Diduga Sebarkan Komunisme, Toko Buku Digerebek Tentara

KEDIRI – Dua toko buku di Kediri digerebek anggota TNI dan polisi. Alasannya, mereka menjual buku-buku yang diduga mengandung faham komunis.

Penjaga toko buku Q Ageng di Jalan Brawijaya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri terkejut saat anggota TNI mendatangi tokonya, Rabu petang, 26 Desember 2018. Mereka tak menduga tentara berbaju loreng itu datang untuk mencari keberadaan buku-buku yang mereka jual. “Mereka juga tak tahu kalau buku yang dijual bermasalah,” kata Komandan Kodim 0809 Kediri Letnan Kolonel Kav. Dwi Agung kepada Jatimplus, Kamis 27 Desember 2018.

Dalam pemeriksaan di Toko Q Ageng, petugas mendapati sejumlah buku-buku yang disinyalir mengandung faham komunisme. Terdapat sekitar 120 buku yang diamankan dari toko itu dengan berbagai judul dan penulis. Rata-rata buku tersebut berkisar soal peristiwa Gerakan 30 September 1965 dan seputar Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tak hanya di Toko Q Ageng, aparat gabungan juga menggeledah toko buku Abdi yang berada di ruas jalan sama. Dari toko ini didapat 19 buku yang sebagaian besar sama dengan yang dijual di Toko Q Ageng.

Letkol Dwi Agung mengatakan anggotanya langsung mengamankan buku-buku itu dari rak dan tempat penyimpanan buku di kedua toko tersebut. Saat ini buku-buku itu sebagian diamankan di markas Polres Kediri dan Kodim 0809 untuk diteliti. “Kami juga melibatkan Kesbangpol Pemda Kediri dan Kejaksaan untuk mengkaji buku ini,” kata Dwi Agung.

Penyitaan buku-buku ini terpaksa dilakukan untuk menghindari keresahan masyarakat. Sebab masyarakat pula yang melaporkan keberadaan buku-buku itu kepada anggota Babinsa setempat untuk ditindak.

Dandim memastikan seluruh prosedur tindakan atas beredarnya buku-buku ini akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Sehingga sanksi dan langkah hukum selanjutnya masih menunggu hasil kajian soal materi buku-buku tersebut. “Kita mengedepankan hukum untuk mengkaji kasus ini,” katanya.

Sejauh ini pemeriksaan kepada pemilik toko sudah dilakukan. Kepada petugas, pemilik toko yang identitasnya masih dirahasiakan ini mengaku mendapatkan buku-buku itu dari bazar buku di Jakarta. Dia membelinya hanya karena tergiur harganya yang murah. Sehingga ketika dijual kembali akan mendapatkan keuntungan.

Petugas juga tak melakukan penahanan kepada pemilik toko maupun penjaganya. Mereka sejauh ini tidak memiliki niat untuk menyebarkan ajaran komunisme. Sebab hingga buku itu dijual kepada masyarakat, mereka belum pernah membaca dan mengetahui isinya. “Mereka tak tahu apa-apa soal isinya,” kata Dwi Agung.

Buku yang diduga memuat faham komunisme di rak toko buku yang digerebek TNI. Foto Istimewa

Berikut daftar buku yang diduga mengandung faham komunis:

  • Empat Karya Filsafat (11 buku)
  • Menempuh Jalan Rakyat (DN AIDIT) (4 buku)
  • Manifesto Partai Komunis (5 buku)
  • Benturan NU PKI 1948-1965 (4 buku)
  • Negara dan Revolusi (2 buku)
  • Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (21 buku)
  • Nasionalisme, Islamisme, Marxisme (14 buku)
  • Oposisi Rakyat (4 buku)
  • Gerakan 30 September 1965 (3 buku)
  • Catatan Perjuangan 1946-1948 (8 buku)
  • Kontradiksi MAO-Tse-Sung (18 buku)
  • Negara Madiun (23 buku)
  • Islam Sontoloyo (6 buku)
  • Soekarno Orang Kiri Revolusi & G-30 S 1965 (2 buku)
  • Maestro Partai Komunis (4 buku)
  • Di Bawah Lentera Merah (8 buku)
  • Lenin (3 buku)
  • Gerwani (3 buku)
Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.