READING

Dikarantina 14 Hari, Begini Kehidupan Warga Tinala...

Dikarantina 14 Hari, Begini Kehidupan Warga Tinalan Kediri

KEDIRI – Sebanyak 125 kepala keluarga yang dikarantina di Perumahan Permata Jingga Kelurahan Tinalan Kota Kediri dijamin kebutuhannya oleh pemerintah. Selain jatah makanan, tersedia satu orang kurir yang menjadi penghubung kawasan itu dengan orang luar.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjamin ketersediaan kebutuhan pokok 125 KK warganya yang menjalani karantina wilayah. Setiap keluarga dipasok satu paket sembako seperti 10 kg beras premium, 2 kg telur ayam, kecap, minyak goreng, hingga buah-buahan. “Kami pasok kebutuhan mereka hingga masa karantina selesai,” kata Abu Bakar dalam konferensi pers melalui video kepada wartawan.

Tak hanya memenuhi kebutuhan pokok saja, Mas Abu – panggilan Abdullah Abu Bakar – juga memastikan standar kecukupan gizi mereka terpenuhi dengan baik. Hal itu untuk menambah imunitas atau kekebalan tubuh mereka selama menjalani masa karantina.

Aktivitas mereka sehari-hari juga dipastikan tak terganggu. Meski terputus dengan dunia di luar lingkungan mereka, terdapat seorang kurir yang menjadi penghubung warga di saat membutuhkan sesuatu. Seperti membeli gas LPG untuk memasak atau membuang sampah rumah tangga. “Sampah diambil tiga hari sekali,” kata Mas Abu.

Prosedur karantina ini terpaksa dilakukan pemerintah setelah satu warga di Perumahan Permata Jingga diketahui terjangkit Covid-19 atau virus Corona. Tak tanggung-tanggung, warga yang terjangkit itu berstatus dokter dan menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kediri.

Sesuai protokol penanganan Covid-19, pemerintah melakukan pelacakan kepada siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan pasien. Termasuk warga di sekitar rumahnya demi mengantisipasi potensi penularan virus kepada orang lain.

Menurut Mas Abu, penerapan karantina wilayah ini sudah dianggap cukup untuk menekan potensi penyebaran virus Corona di wilayahnya. Hingga Senin 31 Maret 2020, jumlah orang dalam resiko (ODR) di Kota Kediri sebanyak 279 orang, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 76 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang.

Pemerintah Kota Kediri juga tidak akan meniru langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang menutup seluruh akses masuk demi pencegahan penularan virus Corona. Penutupan wilayah dikhawatirkan akan mengganggu jalur distribusi bahan pokok dan energi.

“Kita hanya bisa melakukan karantina wilayah paling tinggi tingkat kecamatan. Dengan catatan tidak boleh menutup jalan-jalan utama karena itu jalur distribusi ke daerah lain,” kata Mas Abu.

Masyarakat diminta tetap tenang dalam masa siaga ini, karena Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan langkah-langkah penanggulangan yang tepat. Termasuk penyediaan dana sebesar Rp 20,3 miliar yang sebagian besar diambilkan dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) untuk program ini. “Pemerintah kota akan meng-cover dana sampai situasi normal. Bahkan kalau harus membagikan nasi bungkus kepada setiap kepala jika situasi benar-benar darurat,” kata Mas Abu.  

Serangan virus Corona ini, menurut Mas Abu, telah memukul perekonomian di Kota Kediri dalam waktu cepat. Penurunan ini sangat ekstrim, yakni dari 100 persen pada dua bulan lalu menjadi 10 – 15 persen saat ini. Sejumlah pemilik usaha utamanya kuliner memutuskan menutup usaha mereka guna menghindari paparan virus Corona. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.