READING

Dikenal Saleh, Terkubur 31 Tahun Jasad Kiai Anwar ...

Dikenal Saleh, Terkubur 31 Tahun Jasad Kiai Anwar Tetap Utuh

BLITAR- Pengasuh pondok pesantren Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar Kiai Anwar Subagyo tutup usia pada tahun 1988. Kiai Anwar meninggal dunia saat memimpin salat subuh berjamaah di masjid pondoknya.

Saat makam dibongkar untuk dipindahkan ke makam keluarga yang menyatu dengan dengan masjid pondok, jasad beserta kafan Kiai Anwar ternyata masih utuh. Padahal jasad Rois Syuriah PCNU Blitar periode 1982-1987 itu, sudah terkubur selama 31 tahun.

“Benar makam bapak saya. Saya melihat sendiri jasadnya memang masih utuh, “tutur Moh Munib (60) putra almarhum Kiai Anwar. Kabar utuhnya jasad Kiai Anwar sontak viral kemana mana. Sebuah akun facebook “santri ndalem” telah mengunggahnya dan ribuan orang menanggapinya.

baca juga: Menyusuri Rantai Sanad, Tarekat Penyuara Kiamat Sudah Dekat

Perpindahan makam dari tempat pemakaman umum (TPU) ke pemakaman di dekat pondok (makam keluarga), untuk memenuhi aspirasi santri. Banyak santri yang merasa  kesulitan ketika hendak  melakukan ziarah berjamaah.

Dalam proses perpindahan makam, kata Munib pihak keluarga lebih dulu meminta izin pemerintah desa dan pihak terkait. Setelah bermusyawarah dengan perangkat desa, tokoh agama dan masyarakat, pembongkaran sekaligus pemindahan jenazah ke makam baru dilaksanakan 14 Maret 2019. “Pemindahan dilakukan  hari Kamis (14/3) lalu, “katanya.  

Menurut Munib keluarga tidak menyangka dengan apa yang dialami jasad Kiai Anwar.Terkubur 31 tahun didalam tanah, daging manusia lazimnya sudah hancur. Jasad manusia harusnya sudah terurai dan hanya menyisakan serpihan tulang belulang.

Apa yang dialami jasad Kiai Anwar merupakan peristiwa langka. Dalam keyakinan agama Islam merupakan pertanda kebaikan. Yang Munib ingat, selama hidupnya Kiai Anwar  tidak pernah lepas dari ibadah dan rutinitas dzikir. Selain Rois Syuriah NU Kiai Anwar juga merupakan guru tarekat (thoriqoh).

baca juga: Jurus Khofifah Rangkul Ponpes Lirboyo

Munib berharap peristiwa ini bisa menjadi cerminan keluarga dan umat Islam pada umumnya untuk senantiasa bertakwa. “Adanya peristiwa ini kami merasa terharu dan menggunakannya sebagai cermin, “harapnya.

Fenomena jasad utuh meskipun terkubur bertahun tahun bukan pertama kali terjadi. Dari penyusuran data peristiwa yang sama pernah terjadi pada tahun 2018 lalu.  Jasad Sumini warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangalsari, Kabupaten Jember juga utuh saat banjir bandang memporandakan kuburannya.

Tidak hanya jasad. Kain kafan yang membungkus jenazah selama 10 tahun juga tidak rusak. Selama hidup Sumini dikenal baik dan gemar membantu tetangga sekitarnya.

Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Ciamis Jawa Barat. Tiga jasad yang masing masing sudah terkubur selama 35 tahun, 14 tahun dan 5 tahun masih utuh. Begitu juga dengan kain kafannya. Ketiga kuburan itu dipindahkan karena dilokasi hendak dibangun proyek perumahan.

baca juga: Akhir Jembatan Brantas Kediri Setelah 150 Tahun Beroperasi

Selama hidup almarhum dikenal sebagai orang baik dengan sesama dan saleh. Dalam ajaran Islam tertulis, utuhnya jasad seseorang yang sudah dikubur mencerminkan hidupnya penuh kesalehan dan gemar melakukan amal kebaikan. Kesalehan yang dimaksud tentunya kesalehan ritual dan kesalehan sosial. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.