READING

Dinginkan Suhu Panas Politik, Ini Yang Dilakukan U...

Dinginkan Suhu Panas Politik, Ini Yang Dilakukan Ulama Jombang

JOMBANG- Suhu politik jelang Pemilu 2019 semakin panas. Gesekan para elit politik tidak juga berkesudahan. Untuk mencegah agar tidak merembet ke masyarakat akar rumput, ratusan ulama dan tokoh lintas agama Kabupaten Jombang menggelar deklarasi pemilu damai.

Dalam deklarasi diserukan kepada seluruh umat beragama untuk bergandengan tangan, bersama sama menjaga suasana damai dan kondusif.

“Kami semua berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang pelaksanaan pemilu, “kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang KH Isrofil seperti dilansir dari inews.id

Langkah yang diambil para ulama dan tokoh lintas agama Jombang sangat beralasan. Para ulama melihat isu isu provokatif, yakni terkait pilpres tidak juga berhenti. Bahkan semakin gencar. Gesekan di media sosial itu tinggal menunggu waktu menemukan jalan masuk ke dunia nyata.

Jika terjadi, maka perpecahan atau konflik horizontal tak terelakkan. Sementara pesta demokrasi (pemilu) merupakan siklus politik lima tahunan yang tidak lebih penting dari persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut Isrofil para ulama dan tokoh lintas agama sudah waktunya turun tangan. Sebab isu yang digulirkan antar pendukung capres, sudah mengarah pada isu yang berpotensi merusak bangunan kerukunan antar umat beragama.

“Kalau dibiarkan, kami khawatir terjadi kekisruhan besar, baik sebelum atau sesudah pemilu, “terangnya.

Tidak hanya berkampanye, menggemakan seruan. Para ulama dan tokoh lintas agama juga akan mengawasi langsung proses jalannya pemilu.

Deklarasi pemilu damai ini bukan pertama kalinya. Pada 14 November 2018 lalu deklarasi pemilu damai pernah digelar di alun alun Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widyanto meminta masyarakat tidak meragukan netralitas kepolisian dan TNI dalam Pilpres dan Pileg 2019. Apalagi kepolisian merupakan penanggung jawab keamanan pemilu.

Melalui deklarasi,  kesepakatan bersama antar elemen masyarakat untuk menjaga suhu politik tetap aman, damai dan sejuk diharapkan bisa terealisasi.

‘Kepolisian dan TNI netral, “tegas Kapolres Fadli. Dalam deklarasi pemilu damai itu juga ditegaskan penolakan terhadap isu SARA, menolak ujaran kebencian, menolak hoax dan menolak politik uang. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.