READING

Ditetapkan Tersangka, Wanita Blitar Penyebar Foto ...

Ditetapkan Tersangka, Wanita Blitar Penyebar Foto Jokowi Mumi Berdalih Karya Seni

BLITAR- Ida Fitri pengunggah sekaligus penyebar foto editan Presiden Joko Widodo serupa mumi di media sosial facebook akhirnya ditetapkan tersangka. Oleh penyidik Polres Blitar Kota pemilik akun Aida Konveksi itu dijerat UU ITE dan pasal penghinaan lambang negara.

Di depan awak media perempuan berjilbab syar’i 44 tahun itu menyatakan tidak ada maksud menghina atau melecehkan. Bahkan tidak mungkin penistaan terhadap Jokowi berani dia lakukan. “Woo, ya tidak mungkin lah (menghina Jokowi). Saya minta maaf sebesar besarnya, sedalam dalamnya, “katanya usai menjalani pemeriksaan di Polres Blitar Kota.

Di foto editan yang didominasi warna oranye itu, Presiden Jokowi dijelmakan sebagai mumi. Jokowi dalam keadaan tertidur di sebuah peti. Kedua matanya terpejam dengan tangan bersedekap yang seluruhnya terbalut perban. Foto itu diberi keterangan “The New Firaun”.  

Foto lainnya adalah gambar seorang berbaju hakim dengan bagian kepala dipotong dan diganti kepala seekor anjing. Di foto disematkan keterangan “Iblis berwajah Anjing”. Senin malam (1/7), oleh Ida kedua foto itu diposting di beranda akun facebooknya. Sontak menjadi viral. Unggahan itu meluas kemana mana.

Dalam pemeriksaan pemilik butik di Malang dan usaha kuliner bebek goreng di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar itu berdalih foto itu sebuah karya seni.  Karenanya, penyebaran yang dilakukan di media sosial semata bertujuan seni.

Oyik Rudi Hidayat, kuasa hukum Ida mengatakan, kliennya adalah pengusaha butik yang kerap bersinggungan dengan desain baju. Gambar  semacam itu banyak dia simpan. Untuk itu kliennya  tidak pernah berfikir panjang unggahannya bakal menjadi persoalan.

“Gambar itu didesain sedemikian rupa sehingga menjadi karya seni, “kata Oyik. Tidak hanya unggahan foto Jokowi menyerupai mumi. Penyidik kepolisian juga melacak unggahan akun Aida Konveksi sebelumnya. Sedikitnya terdapat 14 screenshot postingan yang telah diamankan.

Ida Fitri terancam menjalani hukuman diatas 5 tahun penjara. Namun wanita itu berusaha tetap tegar. Setiap panggilan pemeriksaan, dirinya selalu kooperatif datang. Dia menyatakan siap menjalani proses hukum yang berjalan. Bahkan berharap kasus yang menimpanya bisa menjadi pembelajaran untuk yang lainnya. “Ya kita jalani aja. Untuk pembelajaran teman teman lain, “tutur Ida.   

Buru Akun Penyebar Lain

Setelah menetapkan tersangka, penyidik Polres Blitar Kota berencana kembali memanggil Ida Fitri. Dalam pemeriksaan lanjutan itu polisi akan memutuskan perlu tidaknya  dilakukan penahanan. “Tersangka akan kita panggil untuk pemeriksaan kembali, “ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar.

Dalam pengusutan kasus ini polisi melibatkan keterangan tiga saksi ahli, yakni ahli pidana, ahli bahasa dan ahli IT. Diluar itu ada empat saksi yang diperiksa secara marathon. Beberapa diantaranya dilakukan di laboratorium forensik Polda Jatim.  Menurut Adewira, penanganan kasus ini menjadi atensi Polda Jatim dan Mabes Polri.

Karenanya tidak hanya berhenti di pemilik akun Aida Konveksi. Saat ini polisi telah mengembangkan penyidikan terhadap semua akun yang ikut menyebarkan unggahan akun Aida Konveksi. Secara hukum para penyebar juga berpotensi dijerat UU ITE. “Untuk penanganan penyebar konten ini akan diback up Polda Jatim dan Mabes Polri, “jelasnya.

Adewira juga menambahkan bahwa kasus ini tergolong sensitif. Karenanya pihaknya  sejak awal melakukan penanganan ekstra hati hati. Setiap keputusan langkah hukum yang diambil harus betul betul sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. (Mas Garendi)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.