Doa Santri untuk Ibunda Pak Jokowi

JOMBANG –  Kamis pagi (26/3) ratusan santri  putra dan putri di Pondok Pesantren Al Aqobah berkumpul di masjid As Shafa yang ada di dalam pesantren. Mereka berniat menggelar doa bersama dan sholat ghoib atas wafatnya ibunda Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Ibunda Presiden, Sujiatmi Notomiharjo wafat Rabu sore (25/3) di Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi Solo karena penyakit kanker yang sudah diderita selama empat tahun terakhir.

Meskipun dalam masa karantina pencegahan penyebaran virus covid-19, pelaksanaan sholat ghoib berjalan dengan khusuk. Sholat dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren yang berada di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang. Usai memberikan panduan tata cara dan niat sholat, sang imam langsung mengangkat takbir pertama. Seluruh santri langsung mengikutinya  hingga takbir ke empat. Sholat yang di gelar tanpa ruku’ dan sujud ini di khususkan bagi Ibunda Presiden dan para dokter pahlawan kemanusiaan yang gugur selama pandemi virus Corona menyerang bangsa ini.

Lantunan doa dan bacaan tahlil terus menggema dari suara santri dan pengasuh. Karena tidak bisa menyampaikan ucapan bela sungkawa secara langsung mereka berikhtiar dengan menggelar sholat ghoib dan bacaan tahlil. “Kita ikut berbela sungkawa atas wafatnya Ibunda Presiden, sekaligus mendoakan pahlawan kemanusiaan yang gugur saat menangani pandemi virus Corona,” ujar KH Junaidi Hidayat, Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah kepada Jatimplus.ID.

Ibunda Jokowi Sujiatmi lahir di Boyolali pada 15 Pebruari 1943. Ibu presiden RI ke-7 ini wafat pada usia 77 tahun. Istri  Widjiatno Notomiharjo ini wafat setelah mengalami serangan kanker tenggorokan. Wafatnya ibu presiden di tengah perang melawan virus Corona memang menjadi cobaan berat bagi Presiden Jokowi.  Dukungan dari semua unsur bangsa Indonesia untuk keluarga Presiden sangat dibutuhkan. Sebagai santri dan lembaga pendidikan hanya bisa mendoakan agar presiden kuat dan diberikan ketabahan oleh Allah. “Semoga arwah almarhumah diterima disisinya dan khusnul khotiman,” doanya.

Selain doa, dukungan terhadap pencegahan virus Corona ini juga dilaksanakan santri dalam menggelar sholat ghoib  di dalam komplek pesantren.  Jika biasanya shof sholat harus dirapatkan, kali ini seluruh santri harus memberikan jarak satu meter dari masing-masing jamaah. Pemberian jarak ini sesuai dengan protokoler kesehatan dalam upaya pencegahan penularan virus. Sebelum masuk dan keluar masjid seluruh santri diwajibkan menuci tangan dan kakinya di air mengalir yang ada di lantai bawah.

Sholat ghoib untuk Ibunda Presiden Jokowi dengan shof yang mengikuti protokol keamanan. Foto: Jatimplus.ID/Lufi Syailendra

Alumni Ponpes Tebuireng meyakini bahwa musibah yang menimpa Presiden di tengah pandemi corona ini akan mendapatkan balasan pahala berlipat dari Allah. Pahala bisa tersampaikan kepada almarhumah yang rencananya akan dimakamkan siang ini di pemakaman keluarga di Karanganyar Jawa Tengah.

“Presiden kita yang masih dalam ujian bangsa ini harus kuat dan tegar, presiden harus tetap fokus dan yakin bahwa yang dilakukan untuk bangsa ini menjadi amal yang mutta’adiyah amal yang pahalanya luar biasa yang terkait dengan kehidupan masyarakat secara umum,” doanya.

Santri mengakui sosok Presiden Jokowi yang kalem dan berwibawa tidak lepas dari hasil didikan sang ibu. Mereka ikut berbela sungkawa dan mendoakan agar seluruh amal ibadah sang ibu diterima Allah. Mereka juga mendoakan presiden selalu kuat menghadapi segala cobaan. “Kita doakan pak Jokowi kuat dan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah,” ujar Abdul Fawarid santri asal Kalimantan Timur.

Selama ini dalam rangka mendukung  program pemerintah mencegah penularan covid-19   pihak pesantren langsung mengkarantina seluruh santri. Mereka dilarang keluar dan dikunjungi oleh keluarga wali santri.  Termasuk pola hidup bersih juga terus dilakukan oleh pengurus pesantren.  Santri menjalani karantina sedang semua guru diliburkan.  “Jika ada yang ingin berkumpul dengan keluarga kami tidak bisa paksakan,” pungkasnya KH Junaidi Hidayat.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.