READING

DPRD Kota Kediri Investigasi Rusaknya GOR Tempat I...

DPRD Kota Kediri Investigasi Rusaknya GOR Tempat IBL Berlangsung

KEDIRI – Insiden bocornya atap Gedung Olah Raga Joyoboyo Kota Kediri yang berdampak pada pembatalan laga Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 berbuntut panjang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri akan menyelidiki penggunaan anggaran ratusan juta rupiah.

Desakan dilakukan audit terhadap rehab gedung milik pemerintah ini disampaikan Fraksi Demokrat DPRD Kota Kediri. Mereka akan membentuk panitia khusus untuk menginvestigasi kegiatan rehab GOR yang menggunakan dana APBD.

“Pemkot Kediri telah menganggarkan dana ratusan juta rupiah untuk perbaikan sarana dan prasarana di area GOR, utamanya perbaikan atap dan lampu. Nyatanya atap yang seharusnya sudah diperbaiki masih bocor,” kata Muhamad Ashari kepada Jatimplus, Selasa 3 Maret 2020.

Ashari menjelaskan insiden bocornya atap GOR saat laga IBL Pertamax 2020 digelar adalah tamparan keras bagi Pemerintah Kota Kediri. Nyatanya, event olah raga yang dimaksudkan untuk mengenalkan Kota Kediri ke tingkat nasional justru membuat malu pemerintah dan masyarakat.

Sebab gara-gara atap GOR yang bocor, dua pertandingan yang seharusnya digelar pada hari kedua seri kelima IBL, Sabtu, 29 Februari 2020 terpaksa dibatalkan. Sesuai jadwal, laga itu akan mempertemukan Satya Wacana Salatiga vs Pacific Caesar Surabaya dan Indonesia Patriots vs Prawira Bandung.

Pengawas pertandingan mengambil keputusan itu setelah air hujan menerobos masuk dari atap dan menetes ke sebagian area lapangan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pemain yang membuat lapangan menjadi licin.

Ashari menambahkan, insiden ini tidak perlu terjadi jika anggaran pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga sebesar Rp 10 milyar lebih disalurkan sesuai peruntukannya. Anggaran yang seharusnya diterima satuan kerja dan induk cabang olah raga terkait justru dihibahkan kepada KONI yang notabene bukan lembaga penerima hibah. “Ini sesuai Perpres no 95 tahun 2107 pasal 21. Kami akan mendorong dibentuk pansus untuk mengkritisi masalah ini,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah raga Pemerintah Kota Kediri Nur Muhyar tak bisa dikonfirmasi terkait insiden itu. Beberapa kali telepon dan pesan singkat yang masuk ke ponselnya tak kunjung mendapat respon.

Sementara Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Apip Permana tak berkenan memberikan pernyataan atas insiden itu. Ia meminta untuk menghubungi Nur Muhyar selaku pengelola GOR Joyoboyo. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.