READING

DPRD Minta Walikota Kediri Bangun Jalan Layang

DPRD Minta Walikota Kediri Bangun Jalan Layang

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri diminta segera mempersiapkan strategi pembangunan menuju kota industri perdagangan dan jasa. Salah satunya membangun infrastruktur transportasi yang memadai.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri Kholifi Yunon mengatakan dinamika pertumbuhan kawasan di Kota Kediri telah bertumbuh sangat pesat. Bahkan secara perlahan-lahan, pergeseran kegiatan ekonomi masyarakat dari agraris menjadi industri mulai terjadi. “Dalam hitung-hitungan kami, sektor pertanian sudah tidak akan bisa lagi dikembangkan di Kediri,” kata Yunon, Senin 17 Juni 2019.

Politisi Partai Amanat Nasional ini menambahkan, perlu strategi baru dalam pengembangan kawasan yang harus dilakukan Pemerintah Kota Kediri. Hal paling sederhana dan mendesak adalah pembenahan infrastruktur transportasi yang memadai.

Saat ini kondisi lalu-lintas di Kota Kediri sudah hampir menyamai kota-kota besar. Banyaknya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan medan jalan mulai memicu kemacetan di beberapa titik. Sementara strategi yang dilakukan sekarang ini masih sebatas merekayasa arus lalu-lintas. “Rekayasa seperti itu hanya akan bertahan satu sampai dua tahun saja,” katanya.

Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon

Sebagai alternatif solusi, Kholifi Yunon mengusulkan pembangunan jalan layang (fly over) di persimpangan jalur kereta api. Jalan layang adalah jalan yang dibangun tidak sebidang melayang menghindari daerah atau kawasan yang sering menghadapi kemacetan. Selain untuk efisiensi, jalan layang juga menjaga keselamatan pengguna jalan dari resiko tertabrak kereta api.

Dengan perencanaan yang matang, penggunaan jalan layang diyakini bisa mengurai kemacetan yang telah terjadi di beberapa ruas utama Kota Kediri.

Kondisi macet parah ini setidaknya tergambar dari situasi jalan selama perayaan Hari Raya Idul Fitri kemarin. Di mana terjadi penumpukan kendaraan pemudik yang terjebak macet di beberapa jalur protokol. Ini membuktikan jika badan jalan yang ada sekarang ini tak lagi mampu menampung jumlah kendaraan yang terus bertambah.

Sementara kemudahan akses transportasi menjadi syarat utama pengembangan kawasan bisnis sebuah kota. “Karena itu pembangunan jalan sudah tak bisa lagi ditawar,” tambahnya.

Sebelumnya di sebuah forum diskusi, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku telah mempersiapkan langkah strategis menyambut keberadaan exit tol dan bandara yang dibangun di wilayah Kabupaten Kediri. Mengingat salah satu dampak exit tol dan bandara nantinya adalah kemacetan lalu lintas. “Posisi Kota Kediri sebagai hub (penghubung) akan semakin padat. Setiap pagi jumlah pengguna jalan mencapai dua juta orang, padahal penduduk Kota Kediri hanya 300 ribu,” kata Abdullah Abu Bakar.

Untuk mengurai kemacetan, Abu Bakar telah merumuskan beberapa langkah strategis seperti membangun ring road dalam kota, mengoperasikan Jembatan Brawijaya, implementasi teknologi informasi, serta merevisi peraturan tata ruang Kota Kediri.

“Kita sudah merencanakan membangun ring road dalam kota. Yang sudah kita wujudkan adalah pembangunan Jembatan Brawijaya dan ATCS di Dinas Perhubungan Kota Kediri,” ungkapnya. (Advertorial DPRD Kota Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.