READING

Drama Menegangkan Voli Putri Kota Kediri Kandaskan...

Drama Menegangkan Voli Putri Kota Kediri Kandaskan Bondowoso

BOJONEGORO- Upaya meraih tiket 8 besar di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov) VI dilalui Tim Voli Putri Kota Kediri dengan drama menegangkan. Meski lebih dulu unggul di set pertama menghadapi tim Kabupaten Bondowoso, langkah atlet Kota Kediri tidak serta merta mulus.

Di pertandingan babak 16 besar Selasa malam (9/7), anak asuh Slamet Junaidi harus berjuang keras. “Kita harus melalui pertandingan 5 set yang menegangkan, “kata Slamet Junaidi. Di GOR Bojonegoro malam itu, kedua tim memperlihatkan pertandingan yang sengit. Adu taktik, adu pertahanan dan adu smash keras. 

Saling mengejar angka terjadi diperolehan akhir, 20-20, 21-21-, 23-22, hingga akhirnya set pertama mampu dimenangkan Kota Kediri dengan kedudukan 25-22. Kalah di set pertama, tidak membuat tim Kota Tape itu patah arang. Di set kedua Bondowoso tampil mengejutkan. Menang mudah dengan skor 19-25.

Di set itu anak anak Kota Kediri sering melakukan kesalahan antisipasi. Begitu juga di Set ketiga, Bondowoso kembali memimpin. Di set ini perolehan poin sangat ketat, deuce terjadi hingga 3 kali. Sebelum akhirnya dimenangkan Bondowoso dengan angka 26-28.

Tak ingin angkat koper lebih cepat, Kota Kediri berusaha mengambil set keempat. Sempat tertinggal di perolehan awal, Galuh dkk mampu bangkit dan menutup set ini dengan skor 25-20. 

Puncak ketegangan terjadi di Set kelima atau set penentuan. Jual beli serangan terjadi dengan perolehan angka yang saling membayangi. Unggul 8-6, Kota Kediri tancap gas hingga akhirnya mampu menyudahi set ini dengan skor 15-13. Secara keseluruhan Kota Kediri unggul 3-2.

Meski pada akhirnya mampu melibas Tim Bondowoso, Slamet mengakui anak asuhnya tidak tampil pada performa terbaik. Setidaknya ada lima pemain inti, kecuali Neneng yang tampil kurang maksimal.

“Saya melihat lima pemain saya tidak pada top performnya, mungkin jika mereka pada topnya, Insyallah tidak sampai lima set,”ungkap Slamet Junaidi usai pertandingan.

Tim Voli Putri Kota Kediri. FOTO: JATIMPLUS.ID/desis kurnia

Kendati demikian Slamet menyadari fluktuatif itu lumrah terjadi pada diri seorang atlet. Memang tidak ada alasan pasti, namun keraguan pemain terungkap di laga ini. “Dalam dunia atlet biasa kondisi kadang naik kadang turun, kok kebetulan sekali lima limanya turun, yang berat disitu saya. Tapi alhamdulillah anak-anak berusaha keras,”tambahnya.

Di jeda waktu kurang dari 24 jam ini Slamet akan lebih banyak melakukan pendekatan daripada berbicara strategi dengan anak asuhnya. Dia percaya di 8 besar performance anak asuhnya kembali pulih.

Sementara di 8 besar nanti, Kota Kediri akan bertemu Kabupaten Blitar. Slamet optimis mampu melaju keperempat final. “Insyallah, kita optimis,”tegasnya.  

Sebelumnya di pertandingan terakhir babak penyisihan, satu tiket menuju 16 besar diraih Tim Voli Kota Kediri setelah mengkandaskan Tim Kabupaten Sumenep dengan 3 set langsung (25-22, 25-16, 25-16).

Di laga itu Kota Kediri mutlak menang, karena sebelumnya harus menyerah dengan rival se groupnya, juara bertahan Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya 1-3.

Reporter : Desis Kurnia

Editor : Mas Garendi  

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.