READING

Dua Buku Penyintas Diluncurkan di Hari Kanker Duni...

Dua Buku Penyintas Diluncurkan di Hari Kanker Dunia

Kanker masih menempati posisi teratas ancaman kematian di negara maju. Pilihan bagi seorang penyintas adalah menyerah atau terus melawan hingga sembuh.

Buku seri Hidup Bersama Kanker ini ditulis oleh Endri Kurniawati, penyintas kanker payudara dalam beberapa judul. Buku ini bercerita bahwa kanker bisa disembuhkan dan pasien kanker bisa melanjutkan kehidupan yang indah.

Dua buku berjudul “Tubuhku Panglimaku” dan “Mindset Kuncinya” yang saat ini dalam proses cetak akan terbit bersamaan menyambut peringatan Hari Kanker Dunia, 4 Februari 2020.

Buku pertama seri ini “Tubuhku Panglimaku” bercerita tentang bagaimana penulis menjaga raganya sejak setelah menjalani pengobatan kanker yang panjang dan berat. Menjaga makanan yang dikonsumsi, menertibkan waktu tidur, menghadapi dan mengatasi efek kemoterapi, dan menjaga agar tetap fit dalam kegiatan sehari-hari.

Sedangkan buku kedua “Mindset Kuncinya” bercerita tentang bagaimana merawat jiwa sejak setelah menerima vonis kanker payudara. Ini penting dilakukan karena orang yang memiliki masalah onkologi, biasanya punya masalah psikologi. Buku ini bercerita tentang bagaimana kanker membuat “kurva psikologis” anjlok hingga pulih, kembali bersemangat lagi. Juga tentang cara meredam stress yang ditimbulkan oleh pekerjaan dan kehidupan sosial sehari-hari.

Ada pula kiat menghindari depresi atau kekecewaan ketika tubuh tidak lagi sekuat dulu, sementara cita-cita selalu ada. “Dari kumpulan cerpen ini kita bisa belajar cara mengelola keinginan, berserah, dan bersyukur bahkan pada saat-saat paling sulit: melawan kanker,” kata anggota DPR RI yang juga mantan juru bicara kepresidenan, Johan Budi Pribowo.

Buku-buku ini sejatinya adalah buku how to, how to live with cancer. Namun, disajikan dengan teknik storytelling, agar bisa lebih dinikmati ceritanya. Tujuannya adalah agar tulisan dalam buku-buku ini bisa dinikmati seenak membaca cerpen atau novel. Meski begitu, buku-buku ini dilengkapi dengan penjelasan para ahli. “Kutipan-kutipan dari pakar masuk ke dalam tulisan dengan cantik tanpa menggurui pembaca,” kata peneliti penyakit tropis Universitas Airlangga yang juga penyintas kanker payudara Dinar Adriaty.

Dengan diksi ringan dan lincah, buku-buku ini diharapkan menjadi bahan edukasi dan bisa lebih mudah diterima berbagai kalangan untuk memahami kanker.

Buku berjudul “Tubuhku Panglimaku” dan “Mindset Kuncinya” bukan buku pertama yang ditulis Endri. Sebelumnya dia juga mengisahkan perjuangannya melawan kanker dalam buku berjudul “Kehidupan Kedua Penyintas Kanker” yang terbit pada 2015.

Pada awalnya buku itu ia terbitkan secara mandiri. Namun belakangan Tempo Publishing menerbitkannya kembali dalam bentuk buku seukuran novel pada 2017 di Jakarta. Sebelum kemudian Institut Terjemahan dan Buku Malaysia menerjemahkannya dalam Bahasa Malaysia dan menerbitkannya di Kualalumpur.

Kita juga bisa menikmatinya seperti mendengarkan sandiwara radio karena dijadikan file audio sejak 2018. Pada 2019, buku ini bisa dibeli dalam bentuk buku elektronik yang bisa didapatkan di Google Playstore.

Endri memilih menulis buku tentang kanker payudara karena keinginannya berbagi cara hidup sehat kepada orang banyak, terutama pasien kanker payudara. “Buku ini sangat realistis dan solutif. Pengalaman penulis adalah jawaban bagi masalah-masalah yang dihadapi pasien atau penyintas kanker,” ujar Dinar.

Buku seri Hidup Bersama Kanker bercerita bahwa kanker bisa disembuhkan dan pasien kanker bisa melanjutkan kehidupan yang indah.

Penulis: Endri Kurniawati

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.