Dua Isyarat Iringi Wafatnya Gus Solah

JOMBANG – Ketua Pimpinan Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Timur, KH Agus Zaki Hadzik mendapat dua isyarat sebelum meninggalnya KH Salahuddin Wahid. Namun ia tidak menyangka jika isyarat itu akan menjadi kenyataan.

Kepada Jatimplus.ID, Kiai Agus Zaki mengungkapkan dua isyarat yang ia terima sebelum meninggalnya Gus Solah. Isyarat pertama adalah sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselnya pada tanggal 4 Januari 2020. “Pesan itu menanyakan apakah saya punya saudara yang bernama Salahudin Al-Ayyubi,” kata Gus Zaki, panggilan Kiai Agus Zaki, membacakan pesan itu.

baca juga: Gus Solah Sempat Bersyukur Usianya Lampaui Gus Dur

Kaget dengan isi pesan tersebut, Kiai Agus langsung menelepon pengirim pesan. Setelah tersambung, pengirim pesan bercerita bahwa ia baru saja bermimpi membersihkan makam keluarga Tebuireng. Di sana ia bertemu dengan Kiai Muhammad Hadziq Mahbub yang merupakan ayah Gus Zaki dan meninggal tahun 2016 lalu.

baca juga: Gus Solah Wafat Santri Tebuireng Tak Berhenti Menangis

“Dalam mimpi bapak saya bertanya, apakah makam Salahuddin Al-Ayyubi sudah dibersihkan,” kata Gus Zaki menirukan cerita penelepon. Kiai Muhammad Hadziq Mahbub semasa hidup memang dikenal dekat dengan Gus Solah.

Lanjut Gus Zaki, orang yang ia telpun kembali bercerita bahwa ia kebingungan menjawab pertanyaan itu. Dan memutuskan bertanya balik kepada Kiai Muhammad Hadziq Mahbub, “Salahuddin Al-Ayyubi yang dimaksud itu apakah Gus Sholah?”

Saat itu Kiai Hadziq tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum.

baca juga: Gus Solah Berpulang Dimakamkan di Tebuireng Jombang

Isyarat kedua datang dari istri Gus Zaki sendiri. Menurut pengasuh Pesantren Al-Masyhuriah Tebuireng ini, istrinya bermimpi tentang banyaknya tamu yang datang di pesantren Tebuireng. Peristiwa itu terjadi hanya berselang beberapa hari usai menerima telepon tentang mimpi ayahnya. “Istri saya tanya, Tebuireng kok ramai sekali ya, yah? Saya diam tidak berani menjawab,” ujar Gus Zaki.

Gus Zaki baru sadar belakangan, bahwa ternyata nama asli Gus Sholah adalah Salahuddin Al-Ayyubi. Kedua isyarat itu diyakini sebagai pertanda kepada keluarga untuk bersiap menerima kepulangan Gus Solah.

Mewakili keluarga, Gus Zaki turut memintakan maaf atas kesalahan almarhum semasa hidup. Ia juga meminta doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Gus Zaki adalah anak pasangan Khadijah binti Hasyim Asy’ari dan Kiai Muhammad Hadziq Mahbub dari Ketanggungan, Brebes. Khadijah adalah saudara KH A Wahid Hasyim, ayah Gus Sholah.

Gus Zaki dan Gus Sholah adalah cucu Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Reporter : Syarif Abdurrahman
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.