READING

Durian Bakar Sensasi Rasa Khas Wonosalam

Durian Bakar Sensasi Rasa Khas Wonosalam

JOMBANG – Rasa durian yang khas memang membuat penikmatnya tak jarang ketagihan dan kembali memburunya. Termasuk durian asal Wonosalam Jombang yang memiliki rasa khas legit manis bercampur pahit. Untuk menambah candu buah berduri ini seorang pemilik lapak omah duren menawarkan buah durian dengan sensasi unik yakni durian bakar.

Di lapak milik pasangan Sampiyo dan Sulami yang ada di pinggir jalan raya Dusun Sumber, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam Jombang inilah durian bakar disajikan. Saat memasuki Omah Duren calon pembeli akan disuguhi tumpukan durian khas wonosalam yang diletakkan di salah satu sudut ruangan. Di ruangan yang sama disediakan tempat duduk dan meja besar bagi pengunjung. Jika ingin menikmati durian dengan lebih santai lagi, tempat lesehan bisa menjadi pilihan.

Omah Duren ini menyediakan buah durian dengan harga mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 350 ribu. Harga ini  tergantung jenis durian dan ukurannya. Pembeli bisa memutuskan durian pilihannya sesuai dengan kemampuan. Namun bisa juga pembeli meminta penjual untuk memilihkan durian yang hendak dibakar.

“Untuk durian bakar ini biasanya pembeli memilih durian terlebih dahulu baru dibakar di ruang berbeda,” ujar Sulami pada Jatimplus.ID. Untuk ongkos bakar durian, pembeli dikenai tarif Rp 20 ribu perbijinya.

Setelah pembeli menentukan pilihannya, perempuan yang sudah berjualan sejak belasan tahun ini lantas membakar durian di atas perapian yang menggunakan bahan bakar LPG.  Api kecil dari perapian ini membuat  rasa buah durian  semakin khas. Durian dibakar kurang lebih 30 menit hingga kulitnya menghitam.  Saat membakar, bagian ujung durian akan dibelah agar buah durian ikut tersulut api hingga  memunculkan aroma khas yang lebih kuat.  

Meskipun tampilannya tak sedap dipandang mata, namun rasa dan aroma durian di tambah bakaran memberikan sensasi rasa tersendiri. “Rasanya hangat dicampur rasa durian khas tampah mantab,” puji Endik pembeli asal Surabaya yang baru pertama menikmati durian bakar tersebut.

Ide menyajikan durian bakar ini awalnya hanya coba-coba. Saat itu Sulami memikirkan cara lain  dalam menjual durian selain berupa kolak durian yang sudah banyak dijual di pasaran. Dia lalu mencoba mengolah dengan cara membakarnya. Saat dipasarkan, ternyata peminatnya lumayan tinggi.

Dalam sehari Omah Duren bisa melayani pembelian durian bakar hingga 50 butir. Pembelinya datang dari sejumlah kota di Jawa dan luar jawa. Biasanya pelanggan duriannya memesan terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi. Selain menu durian bakar, Omah Duren menyediakan buah durian masak pohon dan ketan durian sebagai minumannya.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.