READING

Emil Dardak Pimpin Evakuasi Banjir Bandang

Emil Dardak Pimpin Evakuasi Banjir Bandang

TRENGGALEK – Banjir bandang menerjang 10 desa di Kabupaten Trenggalek. Emil Elestianto Dardak memimpin langsung penanganan banjir yang menimpa warganya.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak turun tangan memimpin penanganan banjir yang menimpa sejumlah desa di enam kecamatan Kabupaten Trenggalek. Banjir yang merendam 10 desa ini mengakibatkan aktivitas warga lumpuh. “Curah hujan yang tinggi membuat daya tampung sungai meluap. Ditambah jebolnya tanggul yang memperparah keadaan,” kata Emil, Jumat 30 November 2018.

Sejumlah desa yang terendam air setinggi 30-100 centimeter ini adalah Kelurahan Tamanan, Kelurahan Kelutan, dan Desa Ngares di Kecamatan Trenggalek. Di Kecamatan Karangan banjir terjadi di Desa Salamrejo.

Desa Ngadirenggo di Kecamatan Pogalan dan Desa Ngrayung, Gandusari, Karanganyar, serta Sukorejo di Kecamatan Gandusari juga tak luput dari terjangan banjir. Demikian pula Desa Tasikmadu di Kecamatan Watulimo.

Di lokasi yang dikunjungi Emil, yakni Kelurahan Kelutan, luapan air sungai bahkan masuk ke pemukiman penduduk. Sebuah gedung sekolah juga terendam banjir hingga melumpuhkan aktivitas belajar mengajar. Para siswa terpaksa bahu-membahu membersihkan ruang kelas mereka dari genangan air bercampur lumpur.

Sejumlah saksi mata mengatakan banjir terjadi akibat Sungai Ngasinan yang melintasi desa itu meluap. Curah hujan yang tinggi sejak semalaman menjadi pemicu tingginya debit air sungai. Akibatnya air mulai menggenangi pemukiman pada pukul 04.00 WIB dini hari dan melumpuhkan akses jalan desa.

Menurut Emil Elestianto, banjir kali ini terjadi sporadis di sejumlah desa. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Trenggalek langsung merespon dengan mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial ke lokasi bencana.

Tim tersebut bergerak memenuhi kebutuhan darurat warga berupa air bersih. Dalam kondisi banjir, seluruh sumber air warga termasuk sumur tercampur lumpur dan air kotor.

Pemerintah Trenggalek juga mengerahkan armada air untuk membersihkan ruas jalan dari genangan lumpur. Beberapa desa yang tak memungkinkan warganya memasak telah disediakan dapur umum. Belum diketahui pasti jumlah kerugian akibat banjir bandang ini. Pemerintah Trenggalek masih melakukan pendataan di setiap rumah penduduk.

Tak hanya banjir, musibah longsor juga melanda kabupaten paling selatan Pulau Jawa ini. Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek di Kecamatan Bendungan dengan Kabupaten Tulungagung di Kecamatan Pagerwojo putus. Pemicunya sama, yakni curah hujan yang tinggi pada Kamis 29 November 2018 malam. “Tebing di ruas jalan Bendungan-Pagerwojo longsor,” kata Kepala Kantor Kecamatan Bendungan, Trenggalek Nur Kholiq.

Sejak bertahun-tahun Kabupaten Trenggalek telah menjadi langganan banjir dan longsor. Ruas jalan di lereng Gunung Wilis yang menghubungkan Trenggalek dengan Ponorogo dan Tulungagung juga nyaris buka tutup akibat longsor. Emil Elestianto Dardak berjanji akan melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi intensitas bencana itu. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.