READING

Empat Hal Sepele dan Kekinian Demi Menjaga Lingkun...

Empat Hal Sepele dan Kekinian Demi Menjaga Lingkungan

Seringkali kita merasa miris ketika mengetahui ada aksi pengrusakan lingkungan. Seperti pembuangan limbah sembarangan, pembalakan liar, hingga pembakaran hutan secara sengaja sehingga memusnahkan ekosistem di dalamnya. Padahal sadarkah bahwa setiap aktivitas hidup yang kita lakukan juga berkontribusi merusak alam meski secara perlahan.

Hal yang sangat lazim kita temui di kehidupan sehari-hari adalah banyaknya tumpukan sampah di mana-mana, dan tercemarnya sungai di sekitar rumah akibat limbah rumah tangga. Dua hal ini menjadi pemandangan sehari-hari di area pemukiman. Demi menjaga kelestarian lingkungan, alangkah baiknya dimulai dari diri sendiri dan dengan hal-hal yang kecil.

Berikut beberapa hal sepele yang bisa kita lakukan demi menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Bijak menggunakan plastik

Plastik sudah seperti udara. Dimana-mana ada dan selalu dibutuhkan untuk membungkus barang-barang konsumsi kita. Padahal bijih plastik tidak mudah terurai dan akan bertahan hingga ratusan tahun. Hal ini membuat plastik menjadi musuh utama para pecinta lingkungan.

Sebagai langkah awal, kita tidak harus benar-benar meninggalkan plastik. Setidaknya bijaklah dalam menggunakannya. Kita bisa memulainya dengan menyiapkan kantung belanja sendiri. Kalau perlu beli banyak goodie bag dan sebar di dalam tas-tas yang sering kita gunakan.

Ketika kita membeli sesuatu seperti makanan, sabun mandi, kosmetik, alat tulis atau apapun itu, jangan menggunakan tas kresek sebagai tempat produk. Kita bisa menggunakan goodie bag tersebut untuk membungkusnya agar tidak tercampur dengan barang bawaan lain.

Kita juga bisa beralih menggunakan barang-barang yang dapat digunakan berulang seperti sedotan stainless, kotak makan, dan botol minum sendiri. Untuk para ibu rumah tangga, sebaiknya mulai menggunakan cloth diapers untuk sang buah hati daripada pampers sekali pakai. Jangan salah, saat ini gaya hidup yang demikian sudah menjadi lifestyle yang keren dan kekinian. Jadi jangan ragu untuk memulainya ya..

Buang sampah pada tempatnya

Kebiasaan ini harus selalu dilakukan meski hanya untuk sebungkus permen. Simpan sampah kita di dalam tas sampai menemukan tempat sampah. Jangan sampai kita menjadi salah satu orang yang ikut merusak lingkungan akibat kebiasaan buruk kita.

Ketika di rumah, kita bisa memisahkan sampah yang kita hasilkan. Untuk sampah organik seperti sisa masakan, kita bisa mengolahnya menjadi kompos. Saat ini sudah banyak tutorial membuat biopori sederhana yang mudah diterapkan. Selain untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, kita bisa berkontribusi menjaga kesuburan tanah di sekitar rumah kita.

Jika memiliki jiwa kreatif, kita juga bisa mendaur ulang sampah-sampah plastik untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Seperti barang kerajinan, pot bunga, dan barang-barang unik lainnya.

Gunakan produk-produk yang berlogo ekolabel

Belakangan ini mulai banyak produk yang ikut memperhatikan kelestarian lingkungan. Seperti sikat gigi bergagang bambu, detergen ramah lingkungan, hingga kosmetik-kosmetik yang juga concern terhadap lingkungan.

Sebagai konsumen, kita bisa beralih ke produk yang berlogo ekolabel. Memang beberapa produk masih jarang dijual bebas dan harganya relatif lebih mahal. Kadang faktor kecocokan juga menjadi penghambat seseorang beralih ke produk baru yang ramah lingkungan. Meski demikian, jangan mudah menyerah. Coba terus untuk mengeksplorasi dan membuka hati terhadap barang-barang ekolabel ini demi lestarinya lingkungan kita.

Hemat energi

Lagi-lagi ini tentang pembiasaan. Untuk berhemat energi, gunakanlah listrik seperlunya. Jangan hobi menyalakan TV semalaman tanpa menontonnya, atau menyalakan lampu ketika tidak digunakan. Selain itu, gunakan lampu LED karena terbukti bisa menghemat energi listrik hingga 75 persen. Memang harga LED lebih mahal, namun produk ini lebih awet dibandingkan lampu bohlam konvensional.

Begitu pula dengan mobilisasi sehari-hari. Jika kita bisa menghemat konsumsi bahan bakar akan lebih baik. Gunakan kendaraan umum ketika bepergian. Jika tempat tujuannya dekat, gunakan sepeda atau berjalan kaki. Selain mengurangi polusi udara, tubuh juga semakin sehat.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.