READING

Fakta Penggerebekan Toko Buku “Terlarang”

Fakta Penggerebekan Toko Buku “Terlarang”

KEDIRI – Penggerebekan aparat TNI dan Polri di beberapa toko buku yang diduga menjual buku terlarang menarik perhatian publik. Petugas mengamankan lebih dari 138 buku berbagai judul dan penerbit dari toko buku Q Ageng dan Abdi di Jalan Brawijaya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Helton, pemilik toko buku Abdi mengaku terkejut atas penggerebekan yang terjadi di tokonya kemarin. Dia sama sekali tak menduga jika buku-buku yang sudah lama dipajang dan tergolong sebagai buku tak laku itu dianggap berbahaya. “Buku itu sudah satu tahun saya jual dan tidak pernah ada masalah,” ungkapnya kepada Jatimplus, Kamis 27 Desember 2018.

Tak hanya merelakan buku dagangannya disita aparat, Helton juga tengah dihadapkan persoalan hukum atas penjualan buku-buku tersebut. Bahkan siang ini dia harus mendatangi rapat khusus di Kantor Kecamatan Pare untuk menjelaskan penjualan buku-bukunya di hadapan Lurah, Camat, Babinsa, dan petugas Kepolisian Resor Kediri.

Berikut fakta-fakta terkait penggerebekan toko buku oleh aparat Kodim 0809 Kediri yang disusun redaksi Jatimplus.id.

Buku dari Bandung

Helton mengaku mendapatkan buku-buku itu dari temannya di Bandung. Sebagai penjual buku, dia memiliki banyak relasi sesama penjual buku di seluruh Indonesia. Helton tak pernah mengambil satu judul buku dalam jumlah banyak.

Beredar Luas

Jauh sebelum penggerebekan yang dilakukan aparat TNI/Polri di tokonya, buku-buku tersebut telah beredar luas di beberapa kota. Bahkan di lapak jual beli buku online, judul-judul buku tersebut hingga kini masih mudah ditemukan dengan harga terjangkau. Buku itu juga bisa ditemukan di toko offline dan bursa buku di Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

Penerbit Ternama

Beberapa buku yang dijual di toko buku Abdi merupakan terbitan lama oleh penerbit ternama. Buku berjudul Gerwani: Kisah Tapol Wanita dari Kamp Plantungan misalnya, diterbitkan oleh Gramedia pada bulan September 2011. Buku ini ditulis oleh Amuwani Dwi Lestariningsih dengan nomor ISBN 9789797096021.

Demikian pula dengan buku Di Bawah Lentera Merah karangan Soe Hok Gie yang diterbitkan oleh Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta tahun 1999.

Buku Sejarah

Buku berjudul Gerwani: Kisah Tapol Wanita dari Kamp Plantungan mengisahkan sikap Orde Baru saat menangkapi anggota atau perempuan yang disangka terkait dengan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) pada royan G30S 1965. Sebagian besar dari mereka dikurung di kamp tahanan politik (tapol) khusus perempuan di Plantungan tanpa melalui proses pengadilan. Di kamp tapol itu mereka disiksa fisik dan psikis sekaligus. Pelecehan seksual bahkan perkosaan menjadi hal yang lazim di tahanan yang seluruh penjaganya adalah lelaki.

Buku ini juga mengisahkan duka-cerita yang dipikul salah seorang korban salah-tangkap itu, Sumilah. Derita salah-sangka itu tidak berakhir ketika mereka dilepaskan penguasa pada 1979. Mereka harus memikul beban dihina oleh masyarakat sebagai bekas tapol.

Buku berjudul Di Bawah Lentera Merah karangan Soe Hok Gie menarasikan satu periode krusial dalam sejarah Indonesia, ketika benih-benih gagasan kebangsaan mulai disemaikan, antara lain lewat upaya berorganisasi. Melalui sumber data berupa kliping-kliping koran antara tahun 1917-1920-an dan wawancara autentik yang berhasil dilakukan terhadap tokoh-tokoh sejarah yang masih tersisa, penulisnya mencoba melacak bagaimana bentuk pergerakan Indonesia, apa gagasan substansialnya, serta upaya macam apa yang dilakukan oleh para tokoh Sarekat Islam Semarang pada kurun waktu 1917-an.

Laporan Masyarakat

Komandan Kodim 0809 Kediri Letnan Kolonel Kav. Dwi Agung Sutrisno mengatakan penggerebekan toko buku Q Ageng dan Abdi merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Untuk menghindari gejolak, buku-buku itu kini telah diamankan di Mapolres Kediri dan Kodim 0809.

Mengacu Hukum

Letnan Kolonel Kav. Dwi Agung Sutrisno memastikan pengusutan buku-buku itu akan didasarkan pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain TNI dan Polri, penyelidikan juga melibatkan Kejaksaan dan Kesbangpol Pemkab Kediri untuk mengkaji materi dari buku-buku tersebut. (*)

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.