READING

Festival Banyuwangi 2019, Agenda Juli Apa Saja?

Festival Banyuwangi 2019, Agenda Juli Apa Saja?

BANYUWANGI – Julukan Banyuwangi sebagai Kota Festival rasanya tepat ditujukan untuk kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini. Pasalnya terdapat puluhan festival yang digelar sepanjang tahun sejak 2012. Tahun 2019 ini, tercatat 99 agenda festival dihelat sejak Januari hingga tutup tahun.

Ada festival apa saja bulan Juli ini? Jatimplus.id merangkumnya agar memudahkan wisatawan sebelum berkunjung ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Terdapat 13 festival dengan berbagai macam atraksi wisata yang siap disuguhkan dalam bulan Juli ini. Seperti sport tourism, musik, film, sastra, hingga seni budaya Banyuwangi.

Pada minggu pertama, Festival Sastra digelar pada tanggal 3 Juli 2019 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Festival yang digelar sejak 2017 ini menghelat lomba bercerita, baca puisi, penulisan cerpen, hingga bedah buku. Festival yang menyasar para pemuda ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan budaya membaca di kalangan milenial.

Berikutnya, menjelang Festival Film pada tanggal 9 Juli 2019. Festival Film diawali dengan pemutaran karya dari para peserta lomba film pendek di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, 6-7 Juli 2019. Pemutaran film pendek karya sineas muda Banyuwangi. Selain pemutaran beberapa film yang dilombakan, sesi diskusi dilaksanakan untuk mempertajam perspektif antara sineas dengan penonton.

Salah satu judul film pendek yang diperlombakan yakni Jejak Kecil Kayla. Sebuah film dokumenter tentang kisah nyata seorang gadis kecil penyandang tunarungu dan tunadaksa yang ingin bersekolah. Jejak Kecil Kayla nantinya akan bersaing dengan puluhan judul lain dan penobatan pemenang akan dilaksanakan bersama Miles Productions.

Salah satu acara di Festival Banyuwangi, menyangrai kopi.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Suci Rachmaningtyas

Akhir pekan di minggu kedua bulan Juli, terdapat dua event, yakni Blue Fire Ijen Challenge dan Festival Lalare Orchestra. Kedua event tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2019 dengan jam yang berbeda. Blue Fire Ijen Challenge merupakan agenda sport tourism yang dilaksanakan dalam waktu satu hari. Dengan menempuh jarak 138 KM, para pebalap akan melalui rute dari Pantai Boom hingga area Paltuding Gunung Ijen. Terdapat dua kategori lomba dalam event tahunan tersebut, yakni Road Bike Competition dan Mountain Bike Fun.

Masih di tanggal yang sama, pukul 19.00 Festival Lalare Orchestra dihelat di Gesibu Blambangan. Lalare Orchestra merupakan kelompok musik etnik yang berisi lebih dari 100 anak dari berbagai SD hingga SMP di Banyuwangi. Mereka menampilkan ragam alat musik etnik seperti gendang, angklung, rebana. Perpaduan alat musik tersebut selanjutnya dipentaskan dengan membawakan musik-musik Banyuwangi.

Minggu ketiga lebih semarak. Terdapat 4 festival yang sangat sayang jika dilewatkan. Yakni Creative Recycled, Banyuwangi Fashion Festival (BFF), Festival Lembah Ijen 7, dan Banyuwangi Ijen Green Run. Apa saja?

Creative Recycled merupakan festival yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi dengan tujuan mengampanyekan pengurangan sampah plastik kepada masyarakat. Festival yang dilaksanakan pada 16 Juli 2019 ini sekaligus menyosialisasikan bahaya sampah plastik, cara diet plastik, serta mengajak anak-anak untuk mendesain sampah plastik agar dapat menjadi barang yang dapat digunakan ulang.

Sehari setelahnya, 17 Juli 2019 saatnya para desainer Banyuwangi berunjuk gigi dalam gelaran BFF. Acara ini diikuti oleh 3 kategori fashion show. Yakni tingkat TK-SD dengan gaya kasual, SMP-SMA bergaya Kasual, dan mayarakat umum dengan baju muslim. BFF dihelat di kawasan Gesibu Blambangan.

Akhir pekan di minggu ketiga, Festival Lembah Ijen akan menyambut wisatawan dengan cerita sendratari Meras Gandrung yang digelar di Taman Gandrung Terakota. Berada di kaki Gunung Ijen, sendratari ini menceritakan tentang perjalanan seorang penari yang akan dinobatkan sebagai gandrung seutuhnya. Festival ketujuh ini akan digelar pada 20 Juli 2019.

Masih di akhir pekan ketiga, 21 Juli 2019, Banyuwangi Ijen Green Run dihelat. Acara trail run yang ditunggu-tunggu oleh para pelari ini akan memanjakan peserta dengan suasana sejuknya kaki pegunungan Ijen. Pemandangan area pedesaan, persawahan, kebun, hingga hutan akan menjadi track yang menantang ribuan pelari. Tak heran jika event tahunan ini diikuti oleh pelari dari dalam dan luar negeri.

Pada minggu keempat, yakni tepat tanggal 23 Juli 2019 Festival Memengan semakin memeriahkan Bumi Blambangan. Memengan merupakan Bahasa Osing yang bermakna mainan. Festival tahunan ini diikuti oleh ribuan anak-anak yang membawa macam rupa mainan tradisional. Seperti gasing, lompat tali, egrang bambu, egrang batok kelapa, gobag sodor, bedhil-bedhilan, engklek, lintang aliyan, tarik tambang, dakon, serta masih banyak yang lainnya. Tak hanya anak-anak yang bakal antusias dengan segala mainan tradisional tersebut, tapi para orangtua sekaligus ikut bernostalgia akan ragam permainan di masa lampau tersebut.

Di akhir pekan pada minggu keempat ini, terdapat rentetan festival yang dapat wisatawan saksikan. Seperti Coffee Processing Festival pada 25-27 Juli, Festival Smart Kampung pada 26 Juli, dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 27 Juli 2019.

Bagi pecinta kopi, jadwal Coffee Processing Festival wajib dilingkari. Sebab, selain mendatangkan para pakar kopi, festival ini bakal dipenuhi oleh pelaku usaha kopi di Banyuwangi. Tak hanya dapat mengerti praktik pengolahan kopi dari hulu ke hilir, wisatawan dapat memborong kopi Banyuwangi dengan kualitas terbaik.

Festival Smart Kampung tak boleh ketinggalan. Festival ini digelar atas kesuksesan program pengembangan desa yang digagas oleh Pemkab Banyuwangi, yakni Smart Kampung. Program ini merancang setiap desa agar memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan hingga kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Saat akhir pekan, wisatawan dapat menyaksikan parade fashion unik dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019. Tema tahun ini mengangkat cerita sejarah The Kingdom of Blambangan dengan menghadirkan 10 sub tema, antara lain 10 sub tema yakni Raja, Adipati, Keputren, Kedathon, Padepokan, Ksatrian, kepatihan, Sapta Manggala, Prajurit Blambangan, hingga Pusaka Kerajaan.

Di pengujung bulan, Festival Pantai Cacalan bakal digelar tepat pada tanggal 31 Juli 2019. Acara yang digelar pertama kali ini bertempat di Pantai Cacalan, Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro. Pantai berpasir hitam kecoklatan ini memiliki pemandangan pulau Bali dari kejauhan, tak heran jika Jazz Beach Festival tahun 2017 dihelat di pantai ini.

Nah, segera catat tanggalnya ya! Jangan sampai melewatkan ragam Banyuwangi Festival di bulan Juli tahun ini. Ayo ke Banyuwangi, Anda pasti datang kembali.

Penulis: Suci Rachmaningtyas
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.