READING

Festival Nanas, Upaya Mempromosikan Produk Lereng ...

Festival Nanas, Upaya Mempromosikan Produk Lereng Kelud

KEDIRI – Kabupaten Kediri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil nanas terbaik di Indonesia. Berada di lereng Gunung Wilis, komoditas nanas menjadi sumber pendapatan warga sekaligus daya tarik wisatawan.

Budidaya nanas di lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri dimulai sejak tahun 1990-an. Saat itu mayoritas petani menanam nanas lokal dengan bobot panen 1-1,5 kg per buah. Namun sejak tahun 2010, varietas  baru yakni nanas Smooth Cayenne berukuran besar mulai diperkenalkan. Tingkat produktivitasnya juga tinggi, mencapai 80 ton dari satu hektar lahan.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Kediri menyebut daerah penghasil nanas terbesar berada di Kecamatan Ngancar. Pada tahun 2018, tercatat 7.700 hektar lahan pertanian di Ngancar ditanami nanas, dengan 600 hektar di antaranya merupakan nanas madu Kelud.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, warga rutin menggelar festival nanas setiap tahun. Selain mengenalkan nanas sebagai produk unggulan, acara ini juga sebaggai bentuk rasa syukur atas kesuburan tanah mereka.

Minggu, 8 September 2019 adalah hari perayaan festival nanas 2019. Acara ini digelar di lapangan parkir wisata Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar. Sebayak 15 ribu nanas disusun berbentuk tumpeng untuk dibagikan dengan berebutan oleh warga.

Warga berebut gunungan nanas di Festival Nanas 2019. Foto Kominfo

Sebelum acara ‘porak’ (berebut tumpeng atau gunungan nanas), diawali dengan kirab kreasi kenduri nanas. Kirab ini diikuti 20 kontingen dari perwakilan desa, sekolah, koperasi, dan perusahaan swasta yang berada di Kecamatan Ngancar.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Anang Widodo, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Kelud keempat. Khusus Festival nanas tahun ini, diberikan piala bergilir dari Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno kepada juara kontingen kreasi nanas.

“Harapannya bisa meningkatkan semangat kreatifitas dari para peserta dalam membuat gunungan nanas. Kita bisa lihat kreasi para peserta begitu bagus dan kreatif,” jelas Anang. Menurut dia, sentra nanas di Kecamatan Ngancar masuk tiga besar nasional.

Sementara itu Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan pemerintah akan terus mendukung petani buah lokal, khususnya nanas, untuk berkembang sebagai potensi unggulan. Salah satu upayanya adalah mempromosikan nanas Kelud melalui Festival Nanas. Sehingga akan tercipta multi efek dari pariwisata dan pertanian Kelud bagi warga sekitar.

“Wisatawan yang datang akan merasa belum lengkap bila datang ke Kelud tidak membawa oleh-oleh nanas. Konsepnya menggulirkan roda perekonomian dengan mengembangkan salah satu potensi asli yang dimiliki wilayah tersebut,” terang bupati. (Advertorial)

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.