READING

Festival Qur’ani di Jombang, Cara Menarik Minat Re...

Festival Qur’ani di Jombang, Cara Menarik Minat Remaja Islam Mencintai Agama

JOMBANG – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren Jawa Timur mengikuti Festival Qur’ani di Pesantren Tahfidhul Qur’an Cinta Rosulullah, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang. Ini adalah event pemilihan santri penghafal Quran pertama kali di Jawa Timur.

Sebanyak 1.730 santri telah mencatatkan diri sebagai peserta dalam Festival Qur’ani ini. Mereka akan mengikuti tahap audisi, penyisihan, hingga grand final untuk mendapatkan gelar santri dengan pengetahuan agama dan Al Quran terbaik.

Festival ini membagi pesertanya dalam tiga kategori, yakni peserta putra-putri untuk hafal 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. Selanjutnya akan diambil santri terbaik dari tiga kategori dengan penjurian yang sangat ketat. “Ini cara untuk mendekatkan anak-anak muda kepada Allah dan Rasul,” terang KH  Ahmad Rifai, pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Cinta Rosululloh kepada Jatimplus.ID, Senin 13 Januari 2020.

Ada banyak alasan dan tujuan dari digelarnya festival Qur’ani ini. Salah satunya adalah menarik ketertarikan anak muda Islam untuk mencintai Al Quran. Dengan mencintai Al Quran, Rifai meyakini anak-anak muda Islam akan terhindar dari perbuatan kriminal.

Hingga kini ancaman radikalisme yang beririsan erat dengan tindak kriminalitas masih lekat dan mengincar anak muda Islam. Ancaman itu telah menjadi bahaya laten yang sulit dideteksi dan ditangkal. Mereka masuk ke seluruh lini aktivitas remaja dan dengan piawai melakukan cuci otak.

Selain itu, tugas berat para ulama adalah melakukan kaderisasi kepada anak-anak muda Islam untuk menjadi penghafal Al Quran dan pendakwah. Dengan membawa Al Quran sebagai content festival, akan lebih menarik remaja Islam untuk mengikuti. Ini terbukti dengan banyaknya peserta festival yang mencapai 1.730 santri dari berbagai usia.

Kepala Biro Sosial Pemerintah Propinsi Jawa Timur Hudinono yang datang pada pembukaan festival, Minggu 12 Januari 2020, mengapresiasi event ini. “Festival ini seide dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memasukkan pengembangan sumber daya manusia, khususnya umat Islam dalam program pemerintahannya. Ini diwujudkan dengan menggandeng lembaga pendidikan Islam pondok pesantren yang tersebar di Jawa Timur.

Menurut Hudinono, Pemprov Jawa Timur juga telah menyiapkan subsidi sebesar Rp 2 juta kepada 22 ribu penghafal Al Quran di Jawa Timur. Pemerintah juga menyediakan beasiswa S-1 dan S-2 kepada 25 ribu mahasiswa Jawa Ttimur yang berminat kuliah keagamaan di Mesir Cairo. Gubernur meyakini jika kesejahteraan diawali dari pendidikan mental dan intelektual yang mumpuni.

Kontributor: Lufi Syailendra
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.