READING

Film Jejak Langkah 2 Ulama Garapan Ponpes Tebu Ire...

Film Jejak Langkah 2 Ulama Garapan Ponpes Tebu Ireng Jombang dan Muhammadiyah Rampung. Ini Cara Menontonnya

JOMBANG- Produksi film Jejak Langkah 2 Ulama telah rampung. Agar karya kolaborasi Ponpes Tebu Ireng Jombang dengan Muhammadiyah itu lebih down to earth (membumi) serta meluas, managemen mengambil skema marketing Pop up Cinema.

Apa itu ? Dari poster yang beredar di media sosial, film akan diputar secara rally ke daerah daerah melalui bioskop rakyat. Masyarakat yang ingin nonton cukup menghubungi nomor WA (085730903040) yang disediakan managemen.

Bahkan untuk lembaga pendidikan dan komunitas yang meminta diadakan nonton bareng (nobar), pihak managemen siap hadir di lokasi.  

“Untuk pemutaran kita menerapkan skema Pop Up Cinema dengan bioskop rakyat, “tutur Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau akrab disapa Gus Ipang Wahid.

Meski demikian, pemutaran film yang berkisah tentang perjalanan sejarah tokoh pendiri Muhammadiyah (KH Achmad Dahlan) dan pendiri Nahdlatul Ulama (KH Hasyim Asy’ari) itu juga akan menggandeng jaringan bioskop XXI.

Sejumlah kementrian RI juga ikut mengambil peran mengingat pesan besar dari film Jejak Langkah 2 Ulama adalah keutuhan bangsa dan negara. “Terutama untuk lebih mengenalkan lagi kepada generasi milineal agar tidak hilang jati diri kebangsaanya, “kata Gus Ipang Wahid.

Film Jejak Langkah 2 Ulama dianggap memiliki kontekstualitas dengan situasi tanah air saat ini. Bagaimana keislaman dan kebangsaan kerap diperhadap hadapkan seolah sebagai air dan minyak yang sulit dipersatukan. Padahal bila benturan terus terusan terjadi akan mengoyak keutuhan bangsa dan negara.

“Contoh dari dua tokoh ini dalam menjawab isu keislaman dan kebangsaan yang dipertentangkan. Yang itu kita angkat biar generasi milenial bisa memperoleh intisarinya, “paparnya.

Dalam kesempatan itu Gus Ipang Wahid juga mengutip surat Ali Imron 103 : “Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara”.

Menurutnya persatuan menjadi bagian ajaran Islam yang mutlak. Dan  keteladanan itu bisa dilihat dari bagaimana Kiai Hasyim dan Kiai Dahlan mengajarkan Islam di Indonesia.

Islam yang penuh kedamaian, teduh, toleran serta tidak dikuasai nafsu amarah. Islam yang selalu beriringan dengan komitmen kebangsaan.

“Biar masyarakat juga paham bahwa perjuangan leluhur kami yang dikedepankan adalah untuk bangsa dan masyarakat luas, “tegas cicit Kiai Hasyim Asy’ari ini.

Film Jejak Langkah 2 Ulama juga memberikan khazanah seputar Muhammadiyah dan NU. Ini sekaligus menjawab masih banyaknya umat yang beranggapan sebagai dua ormas yang berbeda.

Padahal kedua tokoh itu datang dari sumber keilmuan yang sama, yakni Kiai Sholeh Darat, Semarang. Keduanya juga memiliki cita cita sama, yakni memajukan masyarakat Indonesia.

“Kita ingin pemikiran dua tokoh besar ini dijadikan satu dan kita angkat ke layar sinema demi persatuan bangsa, “papar Gus Ipang.

Film Jejak Langkah 2 Ulama mengambil lokasi syuting di Jogjakarta, Kediri dan Jombang.

Film kolaborasi Ponpes Tebuireng Jombang dengan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah digarap sineas Sigit Ariansyah.  

Sigit sudah 15 tahun berkecimpung sebagai sutradara film festival, film pendek, film dokumenter dan film iklan. Film dokumenter “Potret Guru Ngaji di Pedalaman”, film “Lubang Tak Berujung” dan “Desember 26” merupakan karya Sigit yang kerap diperbincangkan para kritikus film.

Gus Ipang Wahid berharap dengan hadirnya Film Jejak Langkah 2 Ulama ke ruang publik, bisa menjadi salah satu solusi pengurai problem kebangsaan yang saat ini lagi rumit.   

“Bagi kita ini adalah bagian syiar untuk agama dan bangsa. Harapannya yang sudah menonton mau mengajak yang lain untuk nonton juga. Dengan begitu kebaikan akan tersebar, “harapnya.

Reporter : Syarif Abdurrahman
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.