READING

Film Jejak Langkah 2 Ulama, Mengungkap Adu Domba H...

Film Jejak Langkah 2 Ulama, Mengungkap Adu Domba Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan

JOMBANG – Film Jejak Langkah 2 Ulama yang mengisahkan dua tokoh besar KH M. Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan mulai diputar. Tak hanya tentang keteladanan, film ini juga mengungkap intrik untuk mengadu domba Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan.

Gedung Yusuf Hasyim lantai tiga Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dipilih menjadi tempat pemutaran perdana film Jejak Langkah 2 Ulama di Jombang, Ahad 16 Februari 2020. Di hari itu, gedung pemutaran hanya dikhususkan untuk para pemain dan awak produksi saja.

“Pemutaran hari kedua untuk anggota Tebuireng media grup. Berlanjut hari berikutnya untuk santri putra dan putri,” kata Denta Fatwa Fatahillah, salah satu aktris film itu kepada Jatimplus.id, Rabu 19 Februari 2020.

Denta menjelaskan film ini banyak memuat fakta baru yang jarang diketahui masyarakat luas. Salah satunya adalah intrik untuk mengadu domba KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Dalam salah satu sekuel cerita digambarkan bagaimana KH Hasyim Asy’ari didatangi seseorang dari Yogyakarta. Kepada KH Hasyim Asy’ari, tamu itu meminta fatwa tentang kabar sesatnya KH Ahmad Dahlan.

Isu sesat itu muncul lantaran KH Ahmad Dahlan telah menyuruh perempuan untuk sekolah, serta mengubah arah kiblat Masjid Gede Yogyakarta. Akibat isu tersebut, langgar tempat KH Ahmad Dahlan mengajar ngaji dihancurkan.

Namun apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. KH Hasyim Asy’ari justru mendukung KH Ahmad Dahlan dan menolak menyebutnya sesat. “Ada banyak fakta yang terungkap di film ini,” tambah Denta.

Sigit Ardiansyah, sutradara film ini juga memasukkan sepak terjang KH Ahmad Dahlan yang jarang diketahui publik. Di antaranya adalah keinginan Ahmad Dahlan untuk mengajar di sekolah Budi Utomo, dan bergabung dengan organisasi Boedi Oetomo. Padahal tak seluruh pelajar di sana beragama Islam.

Tak hanya itu, KH Ahmad Dahlan juga digambarkan pernah menolak tawaran untuk bergabung dengan organisasi Sarikat Islam. Namun ia tercatat pernah mengisi kajian yang salah satu pesertanya adalah Soekarno.

Pertemuan KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan berada dalam perjuangan mengangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia. Hasyim Asy’ari dikenal kritis kepada penjajah dan mengkritik pemaksaan tanam tebu. Sedangkan KH Ahmad Dahlan ditugaskan Kraton Yogyakarta ke tanah suci untuk mencari solusi menguatkan Islam pribumi yang dikekang Belanda. “Kedua tokoh ini punya titik temu dalam perjuangan mengangkat harkat dan martabat bangsa,” jelas Denta.

Keduanya juga sama-sama mengambil jalan dakwah sebagai alat perjuangan, dan sepakat membuka forum ilmiah untuk masyarakat pribumi. KH Hasyim Asy’ari mendirikan surau dan membuka kajian kitab kuning serta tata cara ibadah. Sedangkan KH Ahmad Dahlan membuka sekolah gratis di Kauman.

Tak hanya bisa ditonton oleh para santri Tebuireng, film ini juga dibuka untuk umum mulai besok, Kamis 20 – 22 Februari 2020 pukul 19.00 – 21.30 WIB. Khusus hari Jumat dibuka juga pukul 13.30 WIB dengan harga tiket Rp 18.000.

Khusus untuk pelajar yang bersekolah di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari, akan mendapatkan fasilitas gratis nonton film ini. Tujuannya agar para siswa memahami perbedaan dan menjunjung persamaan dengan saudara mereka di Muhammadiyah.

Reporter: Syarif Abdurrahman
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.