Foto Palsu RA Kartini

KEDIRI – Foto pahlawan nasional RA Kartini yang memakai jilbab dan berkacamata tengah menghebohkan warganet. Dalam waktu singkat, foto itu beredar luas dan menjadi viral dengan deskripsi yang provokatif.

Foto RA Kartini yang ditampilkan dalam komposisi hitam putih ini memang tak biasa. Pahlawan emansipasi perempuan asal Jepara itu digambarkan mengenakan jilbab warna dan berkacamata. Sepintas foto itu memang mirip foto RA Kartini lain yang banyak ditemukan selama ini.

Tak hanya itu, narasi yang ditempelkan pada foto itu juga mengundang kontroversi. Tertulis “Photo asli RA Kartini ketika menjadi santri Kyai Saleh Darat. Tidak memakai konde dan berkebaya. Foto RA Kartini yang berkonde dan berkebaya versi Belanda akan terus dikeluarkan oleh kaum sekuler agar RA Kartini tetap dikenang sebagai perempuan yang tak mau berjilbab,” tulis penyebarnya sebagai keterangan foto tersebut

Penelurusan Jatimplus menemukan beberapa sumber beredarnya foto RA Kartini versi baru ini. Salah satunya adalah halaman (fanpage) Facebook bernama Indahnya Islam. Unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 8.000 kali oleh warganet di dunia maya. Alhasil, kegaduhan pun terjadi di kolom komentar yang  menjadi perang pendapat.

Para pakar sejarah meragukan keaslian foto tersebut. Menurut mereka tidak ada catatan dalam sejarah yang menerangkan RA Kartini mengenakan atribut tersebut. Hasil uji forensik terhadap foto dari sumber klaim juga memperlihatkan banyak kecacatan, terutama di bagian kepala. Hingga mereka berpendapat jika foto tersebut adalah rekayasa belaka.

Linda Sunarti, sejarawan sekaligus kepala program studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, meragukan keaslian foto tersebut. Menurut dia, pemakkain kerudung seperti itu belum lumrah di jaman itu. “Kita harus masuk ke jiwa zaman tersebut. Pemakaian kerudung yang seperti itu belum lumrah di zaman itu. Coba lihat foto-foto surat kabar di era itu. Perempuan Muhammadiyah saja tidak ada yang berkerudung seperti itu,” kata Linda seperti ditulis Kumparan.

Linda tak sendirian. Abdurakhman, sejarawan Universitas Indonesia yang lain juga meragukan kebenaran foto itu. Akademisi yang banyak meneliti tentang sejarah Islam ini mengajak masyarakat melihat konteks ke-Islaman pada saat itu. “Kesadaran beliau akan Islam belakangan. Jiwa zaman pada masa itu beda dengan sekarang. Kondisi keislaman masyarakat Jawa bagaimana?” tanyanya.

Sementara itu tak sedikit warganet yang mencurigai kepentingan politik dalam beredarnya foto terebut. Narasi yang dikembangkan dengan mengatasnamakan agama tertentu justru akan mengurangi nilai kepahlawanan seorang RA Kartini. Sebab perjuangan dia kala itu adalah untuk seluruh perempuan Indonesia tanpa memandang derajat ekonomi, suku, dan agama. (*)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.