READING

Gagal Fokus di Momen Meninggalnya Glenn Fredly

Gagal Fokus di Momen Meninggalnya Glenn Fredly

Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya salah satu publik figur yang dicintai karena karyanya. Penyanyi Glenn Fredly tiba-tiba dikabarkan tiada di tengah perhatian publik terfokus pada pandemi corona.

Usianya masih muda, 44 tahun. Penyanyi ramah ini menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit meningitis yang menderanya. Tak diketahui sejak kapan Glenn mengidap penyakit mematikan ini.

Ucapan belasungkawa membanjiri lini masa media sosial dan rumah duka di Jakarta. Mulai dari kerabat, rekan sesama artis, fans, hingga masyarakat luas. Glenn telah menjadi milik masyarakat Indonesia.

Di tengah suasana duka, banyak yang kemudian mengupload siaran ulang Glenn ketika bernyanyi. Termasuk foto-foto kenangan semasa kecil.

Salah satu foto yang menarik perhatian publik adalah foto Glenn ketika berumur 9 tahun yang diunggah oleh akun twitter @eMbahNyutz. Dalam foto yang dikabarkan diambil pada tahun 1984 tersebut, Glenn kecil terlihat sedang menerima hadiah lomba menyanyi dari seorang tokoh yang sangat terkenal di kalangan anak-anak, Kak Seto.

Sosok inilah yang membuat netizen gagal fokus. Di tengah cerita nostalgia tentang Glenn Fredly, warganet justru menyorot gaya Kak Seto yang tidak pernah berubah dari dulu hingga saat ini. Bahkan sejak Glenn masih anak-anak hingga tiada. “Yang fana adalah waktu, style Kak Seto abadi,” cuit @dikaamfa.

Banyak yang penasaran mengapa Kak Seto sangat setia dengan gaya rambut khasnya. Rambut hitam lebat dengan belahan di sisi kiri. Membuat rambut bagian depannya mengayun, menutup sebagian dahi. Meski relatif panjang, rambut Kak Seto selalu terlihat klimis. Tersisir rapi dan selalu berada “pada tempatnya”.

Bahkan di usianya saat ini yang menginjak 68 tahun, rambut Kak Seto tetap lebat seperti saat muda dan masih didominasi oleh warna hitam. Hal ini sempat membuat para netizen penasaran.

Hingga akhirnya ada salah satu komentar yang menceritakan pengalamannya bertemu dengan Kak Seto. “Pernah liat Kak Seto, kita makan hadap-hadapan dan aku nggak ngenalin. Aku sama temen sampe taruhan kalau beliau bukan Kak Seto. Dia senyum-senyum aja liat kita debat. Pas udah selesai makan, doi pake tu rambut item dong (emoticon nangis) dan baru keliatan Kak Seto-nya,” curhat akun @iRachelicious.

Banyak komentar lain yang kemudian memastikan maksud dari “pake rambut item”. Dan pemilik akun pun menegaskan bahwa benar Kak Seto saat ini mengenakan wig hitam ketika bertemu dengan publik. “Iya itu wig. Dulu mungkin iyaa rambut asli. Tapi kan sekarang Kak Seto udah sepuh juga. Rambutnya udah putih,” ungkapnya.

Bagaimana penjelasan Kak Seto? Seperti ditulis IDN Times, pria kelahiran Agustus 1951 ini menggunakan potongan belahan pinggir untuk menutup bekas luka jahitan di dahinya. Kak Seto mengaku ketika kecil, dirinya hiperaktif dan pernah terjatuh ketika berlari sehingga harus dijahit. “Saya pakai poni terus gini, karena nutupin jahitan saya,” terangnya.

Tidak hanya gaya rambutnya saja yang disorot, panggilannya pun menjadi hal menarik untuk diperbincangkan. Kak Seto saat ini seharusnya lebih pantas dipanggil kakek karena sudah masuk lanjut usia. Namun kenyataannya, publik lebih mengenal dan menyebutnya dengan sebutan “Kak”.

Di balik hal-hal yang tetap melekat abadi dalam diri Kak Seto, pria bernama lengkap Seto Mulyadi ini memang terlihat tetap energik dan selalu sehat. Dia pun berbagi tips awet muda yakni dengan rajin berolahraga, tidak stress dan menghindari konsumsi makanan yang tidak sehat.

Kak Seto sendiri mengaku beberapa tahun belakangan menjalankan diet vegan dengan menghindari konsumsi pangan hewani dan beralih ke nabati. “Yang penting gembira, kalau emosinya meledak-ledak nanti gampang sakit,” jelasnya kepada detik.com saat vegan festival di Jakarta tahun lalu.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.