READING

Galian C di Ngoro Mojokerto Viral Menjadi Tempat W...

Galian C di Ngoro Mojokerto Viral Menjadi Tempat Wisata

Ranu Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mendadak menjadi perbincangan warga net. Sebagian besar berdecak kagum dengan pemandangan yang ditawarkan Ranu Mandoro yang seakan-akan sedang berada di luar negeri. Sebagian bahkan menyebutnya sebagai New Zealand-nya Indonesia.

Memang dari potongan video yang diunggah netizen, sebagian besar menunjukkan pemandangan yang memukau. Seperti yang diunggah oleh akun @Jogja_Uncover yang memperlihatkan hamparan rumput hijau yang menyerupai permadani dengan latar belakang Gunung Penanggungan.

Di atas hijaunya rerumputan tersebut terlihat banyak batu-batu besar yang tersebar secara acak. Warnanya yang cokelat kontras dengan warna dominan hijau di sekitarnya. Membuat video pendek tersebut semakin menarik minat masyarakat lain untuk segera datang ke sana.

Antusiasme warga net pun terlihat dari respon terhadap video yang telah ditonton sebanyak 735 ribu ini. Pengambil video yang asli adalah @hafidzbashori_ namun dalam waktu singkat video berdurasi 24 detik ini diunggah ulang oleh ribuan akun lain hingga akhirnya merajai trending topic Indonesia.

Ada banyak netizen khususnya dari Mojokerto sendiri yang tidak menyadari ada tempat indah dan masih alami di sekitar daerah mereka. Sebagian besar menunjukkan keinginannya untuk segera berkunjung ke sana dan sebanyak mungkin membuat foto-foto yang artistik dan menarik.

Namun di balik keindahan yang ditunjukkan tersebut, ternyata tempat tersebut dulunya adalah bekas galian C. Berdasarkan komentar beberapa warga sekitar, dulunya di sekitar Ranu Manduro terjadi pengerukan besar-besaran yang di lakukan di Desa Manduro. Banyak warga yang merasa dirugikan.

“Jelas-jelas itu dampak penambangan galian C Daerah Manduro dan ada juga Desa Kunjorowesi Ngoro, Mojokerto. Banyak sekali dampak negatifnya. Kemarin malah jadi danau karena tidak dilakukan reklamasi. Dan juga polusi (debu sirtu dan asap kendaraan) yang dihasilkan dari truck yang memuat hasil galian C. Ini menjadi keresahan masyarakat di sekitar tambang galian C,” cuit akun @didinkuas dalam utasannya.

Dari akun @Blaklaiv, penyebar pertama video tersebut menjelaskan jika pasir-pasir galian C di daerah Ngoro tersebut dulunya digunakan untuk menutup luberan lumpur lapindo di Porong Sidoarjo. Makanya kemudian @Blaklaiv yang merasa berutang budi terhadap Ngoro, mencoba untuk memviralkan Ranu Manduro agar dikenal sebagai tempat yang indah.

“Aku gabisa bantu apa-apa untuk warga Ngoro yang separuh alamnya dikeruk buat kotaku. Cuma ini yang bisa kulakukan. Semoga memberi berkah buat warga sekitar. Amin,” tulis akun @Blaklaiv yang sudah diretweet sebanyak 16 ribu.

Dalam waktu singkat, ada banyak netizen yang langsung mendatangi Ranu Manduro. Mereka pun langsung berbagi foto dan video terbaik hasil hunting mereka di tempat tersebut. Sebagian netizen pun berpesan kepada sesama scenery hunter agar menjaga kebersihan dan keindahan alam di sana.

“Gapapa rek! Gapapa kalian berkunjung. Silahkan. Tapi tolong banget jaga alam yang indah ini,” tulis @folkmojokerto penuh penekanan.

Sebagian netizen pun mewanti-wanti pemerintah setempat agar bisa mengelola tempat tersebut dengan bijak. Yakni dengan tidak membangun fasilitas wisata yang aneh-aneh seperti menambah spot-spot instagramable namun tidak nyambung dan terkesan norak.

“Entar ditambah love-love, tulisan warna-warni merusak estetika,” tulis @edwin_basuki.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.