READING

Gebrakan Awal Ning Ita, Mojokerto Bebas Banjir

Gebrakan Awal Ning Ita, Mojokerto Bebas Banjir

MOJOKERTO- Sejak resmi dilantik sebagai Wali Kota Mojokerto, Ika Puspita Sari langsung membuat gebrakan pengelolaan anggaran. Ning Ita begitu biasa disapa, menyatakan tahun pertama kepemimpinannya akan fokus pada pembangunan infrastruktur.

Dalam pengelolaan anggaran APBD 2019, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta konsentrasi pada pembangunan infrastruktur. Sebab pembangunan infrastruktur bagian dari visi misi selama berkampanye.

Menurut Ning Ita, infrastuktur penanggulangan banjir yang bertahun tahun mendera Mojokerto akan menjadi salah satu proyek yang didahulukan. Sebab selama ini penanggulangan banjir tidak pernah tuntas.

“Itu dulu yang utama (penanggulangan banjir). Di tahun pertama juga menjadi perencanaan dan kajian pembangunan infrastruktur, “kata Ning Ita.

Tahun ini anggaran untuk infrastruktur masih mencapai 25 persen. Ning Ita ingin tahun depan, plot anggaran (untuk infrastruktur) diperbesar.

Seperti dilansir dari sindonews.com, Pemkot Mojokerto akan membuat banyak perencanaan pembangunan infrastruktur. Dengan demikian diharapkan bisa berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

“Tujuan salah satunya dari pembangunan infrastruktur memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, “kata Ning Ita. Meski pemangku kebijakan, dalam kesempatan itu Ning Ita mengaku tidak terlibat dalam pembahasan APBD 2019.

Karenanya setengah tahun ke depan dirinya mengaku belum bisa ikut mewarnai. Selain mewujudkan visi misi, Ning Ita juga mengeluarkan kebijakan memangkas 10 persen anggaran perjalanan dinas di dalam APBD 2019.

Potongan 10 persen yang tidak boleh diserap itu akan dialihkan ke dalam perubahan APBD 2019, yakni untuk membiayai kegiatan lain sesuai dengan visi misi.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati, kebijakan baru itu sudah disampaikan ke semua organisasi perangkat daerah. “Targetnya untuk memacu pembangunan infrastruktur, “katanya.

Kebijakan Ning Ita juga diterapkan ke dalam efisiensi anggaran. Setiap kegiatan yang dibiayai APBD 2019 harus selaras dengan visi misi kepala daerah. Jika tidak sesuai visi misi, penyerapan anggaran akan ditunda, dan dialihkan ke akhir anggaran.

“Semua Organisasi Perangkat Daerah akan mempresentasikan di hadapan walikota, “jelasnya.

Seperti diketahui setiap musim penghujan sejumlah kawasan di Kota Mojokerto langganan diterjang banjir. Air yang berasal dari luapan Sungai Sadar itu merendam sebagian besar warga Kelurahan Meri, Kelurahan Gununggedangan dan Kelurahan Kranggan.

Banjir juga kerap melanda Kelurahan Jagalan, Kelurahan Sentanan dan Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.