READING

Geliat Ramadan di Pasar Takjil Yosonegoro Magetan

Geliat Ramadan di Pasar Takjil Yosonegoro Magetan

MAGETAN – Aktivitas pasar takjil di lapangan Stadion Yosonegoro, Magetan begitu semarak. Tiap sore ratusan warga berjubel memadati arena lapak kuliner yang memajang menu berbuka.

Sejak hari pertama ramadan suasana lapangan Stadion Yosonegoro Kabupaten Magetan sudah berbeda. Sebuah tenda raksasa berdiri di area lapangan dengan puluhan pedagang makanan di bawahnya. Mereka adalah pedagang makanan yang sebelumnya berdagang di sekitar alun-alun.

“Kami ditempatkan di sini (lapangan stadion) untuk memudahkan pengunjung berbelanja. Khusus makanan buka puasa,” kata Titik, salah satu pedagang makanan tradisional, Rabu 8 Mei 2019.

Pemindahan lokasi dagang dari alun-alun ke lapangan stadion oleh Pemerintah Kabupaten Magetan ini terbukti ampuh. Para pedagang kuliner tersentral di stand khusus yang disediakan dengan berbagai menu takjil menarik. Mulai makanan tradisional hingga modern semua ada. Termasuk minuman.

Salah satunya adalah lopes, makanan tradisional yang mulai jarang ditemukan di hari biasa. Lopes yang dibuat dari beras ketan ini memiliki empat komponen isi, yakni lopes, jongkong, pertulo, dan ketan. Disajikan dengan gula merah cair atau juruh, makanan ini bercita rasa sangat manis. “Cocok untuk berbuka puasa, makanlah yang manis-manis,” tambah Titik berpromosi.

baca juga: Berburu Menu Buka Puasa di Pasar Takjil Kediri

Makanan tradisional ini menjadi salah satu lapak yang paling diburu pembeli. Maklum, tak setiap hari makanan rakyat ini dijual di luar bulan ramadan. Apalagi harganya cukup murah, yakni Rp 5.000 per bungkus yang dikemas dalam kotak mika.

Sejak awal puasa seluruh dagangan yang dibawa Titik ludes di tempat ini. Masyarakat yang menggemari rata-rata menjadikan lopes sebagai takjil, sebelum menyantap makanan berat saat berbuka puasa.

Seperti halnya pasar takjil di Jalan Hayam Wuruk Kediri, pasar takjil di lapangan Stadion Yosonegoro Magetan ini ramai menjelang sore. Seluruh umat Islam maupun non Muslim berbaur menjadi satu untuk berburu makanan yang disuka. “Seneng aja lihat banyak penjual makanan meski tak ikut puasa,” kata Chaterina, pengunjung non Muslim yang ikut meramaikan pasar takjil.

Meski tak ikut berpuasa, Chaterina mengaku ikut senang dengan adanya pasar takjil ini. Apalagi berbagai jenis makanan dan minuman muncul di pasar ini, yang tak akan ditemui di hari biasa.

Tingginya animo warga terhadap pasar kuliner ini membuat para pedagang meraup untung. Beberapa pedagang mengaku mendapat omzet hingga dua juta rupiah per hari dari berjualan makanan di tempat ini

Selain kelengkapan menu makanan yang dijual, murahnya harga yang dipatok para pedagang membuat kunjungan di pasar takjil ini meriah.

Bagaimana, tertarik untuk berwisata kuliner di sini? (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.